Di papan pengumuman tempat menaruh informasi tentang kota, ditempel selebaran yang menyertakan foto wajah Angel.
Angel langsung membaca tulisan yang tertera di sana.
“Dicari : Seorang High Priestess
Nama : Angel
Ciri-ciri : Berambut kuning pucat, mata berwarna merah, berkulit pucat, membawa palu raksasa
Hadiah : 10.000.000 Z”
Tanpa menyelesaikan apa yang tertulis di kertas tersebut, Angel langsung berusaha menjauhi kerumunan orang-orang, menutupi wajahnya agar tidak diketahui, dan akhirnya berhasil sampai di daratan Prontera tanpa ketahuan satupun orang-orang di sana. Angel terpaksa bersembunyi dibalik daun-dedaunan di pohon untuk menghindar dari para Knight, BlackSmith, Wizard, Creator yang berkeliaran di sana.
“Apa yang kulakukan? Setahuku, aku hanya menghabisi para Assassin dari Asosiasi Assassin Morroc, kenapa bisa sampai ke Prontera?”
“Tidak mungkin ini karena hal itu, Prontera dan Morroc bermusuhan, Morroc pernah sengsara karena ulah Tristan II.”
“Memang ada kemungkinan sebenarnya ada sesuatu dibalik semua ini.”
“Ah pusing, memang masalah berat seperti ini agak kurang cocok dengan otakku.”
Angel mengacak-acak rambutnya dan kembali melihat-lihat, kali ini ada beberapa Lord Knight yang ikut berkeliaran dengan Peco-Peconya, dan tidak jarang ada yang mengajak peliharaannya, Dessert Wolf Baby, untuk mengendus bau Angel, yang tentu saja sulit dilakukan karena mereka tidak mempunyai contoh bau Angel.
Sambil bersandar di batang pohon, Angel mulai tertidur.
———-
“Angel, lihat ini!”
“Whoa! Apa ini??”
“Ini… Ehm… AH! Ini kan’ batu Emerald yang cukup langka!”
“Langka? Kurasa biasa saja deh…”
“Hei, bagi Novice seperti kita, batu ini cukup berharga, kau jangan menghancurkan impianku seperti itu dong…”
“Jadi, apa yang mau kau lakukan dengan batu ini? Tidak mungkin kau simpan kan?”
“Tentu saja tidak kusimpan, aku mau menjualnya ke pengkoleksi batu berharga di Morroc!”
“Kau gila?? Kita ini sudah tercantum sebagai warga Prontera, kau mau ke sana, dan dijadikan sasaran para Thief karena batu berharga di tanganmu itu?”
“Kalau mau menjadi seorang Swordsman legendaris, kita tidak boleh takut dengan para Thief itu.”
“Aku mau jadi Acolyte kok.”
“Yah… Mirip-mirip lah, yang pasti, sekarang kita langsung jalan saja~”
“Aaah!! Tunggu!!!”
——
“Angel!! Pergi sekarang!!”
“Tidak akan, akan kulawan dia denagn Mjollnir milikku!!”
“Jangan Angel!! Percuma saj-”
“TIDAAKKK!!!! THIEF KURANG AJAR!! APA YANG KAU LAKUKAAAN!!!!”
———-
*BUMM!*
Para Fabre, Poring, Creamy yang kaget langsung menjauh dari lokasi jatuhnya Angel, panik mendengar suara debuman yang cukup keras.
“Aw… Memang sakit jatuh dari pohon…”
Dan di mata Angel, palu raksasa itu bergerak seperti slow motion dan dengan cepat langsung diambilnya, “Kalau misalnya kena palu ini, kira-kira aku mati tidak yah?”
Angel berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor karena debu tanah dan rumput daratan Prontera
Dan tidak lama kemudian, terdengar suara berisik.
“Itu Angel!!”
“Hah?? Mana?!”
Angel yang merasakan firasat buruk langsung saja merogoh kantongnya, dan mengeluarkan batu kristal berwarna biru yang mengkilap diterpa cahaya matahari, dan Angel menggenggamnya sambil bergumam, “Teleport…”
Dan di tengah perdebatan tidak berguna itu, dari tempat Angel berpijak mengeluarkan sinar putih kebiruan yang membentuk pilar, menarik perhatian semua orang yang ada di sana.
Angel hilang.
Tanpa bekas.
— Morroc — Padang Pasir Sograt —
Dan di saat yang sama… Di tempat yang berbeda…
Terdengar suara derap langkah kaki orang banyak, berlari mengejar sesuatu, para Drops, Picky, dan Condor berlarian sana-sini, tidak jarang ada telur Peco-peco yang pecah karena terinjak, dan Drops malang yang rencananya hendak mengambil barang-barang yang terjatuh malah menjadi sasaran injak juga.
“Kejar Assassin itu!!!”
Sang Assassin berambut biru panjang yang malang harus berlari di padang pasir Sograt yang panas, dikejar-kejar oleh banyak orang yang nyaris semuanya perempuan. Dan ketika hendak Hiding, sudah ada Priest, atau Magician, atau juga Wizard yang mengeluarkan Sight atau Ruwach.
Dan dengan tipu muslihat yang diajarkan kepada para Assassin, Assassin itu berlari semakin kencang, bukan membentuk garis lurus, melainkan zig-zag sehingga kadang membentuk bayangan, membuat para pengejar kebingungan.
Dan di sela-sela kebingungan itu, jurus Cloaking dilancarkan, ia bersembunyi di balik tanah dan berjalan pelan-pelan.
“Sial, Assassin itu hilang!”
“Kemana dia? Ruwach-ku tidak bisa mendeteksinya.”
“Assassin mesum itu… Pantas saja namanya cukup terkenal di kalangan wanita Morroc.”
“Sudah tidak terhitung berapa pakaian dalam yang ia curi, dasar maniak.
“Koya El Sanctus, atau kadang disebut ‘underwear snatcher’, memang sesuai dengan julukannya.”
“Gawaaat… Mereka bisa membunuhku kalau aku keluar,” gumam Koya yang tetap bersembunyi, menunggu mereka semua pergi.
“Le Vanco? Kau mencium bau sesuatu?” Seorang Hunter bertanya kepada Falcon-nya yang sedaritadi bertengger di pundaknya, Falcon itu langsung terbang menjauh, dan terbang berputar-putar di suatu area.
Seorang Magician langsung mendekati area itu dan mengeluarkan bola-bola api yang mengelilingi dirinya, Koya yang lokasi persembunyiannya ketahuan seperti ditarik oleh kekuatan gaib dari tanah, menampakkan wujudnya ke para pengejar itu.
Bagaikan ada awan mendung yang berpetir, yang mungkin sebentar lagi akan hujan di atas para wanita yang menjadi ‘korban’ Koya. Ada BlackSmith yang mengeluarkan gada-nya yang cukup menyeramkan, dan Wizard serta Magician yang merapal mantra, dan Dancer yang menyiapkan cambuk dengan duri bunga mawar.
“Ahahahaha… Halo semuanya.”
Koya dengan panik berusaha kabur, namun dirinya dikepung oleh sekumpulan makhluk buas yang lebih menyeramkan dari Desert Wolf.
— Lighthalzen —
Beberapa jam sejak kaburnya Angel dan Koya, mereka berdua terlihat sedang duduk di sekitar meja berukiran ilustrasi dewa-dewi, Angel duduk dengan ekspresi kesal dengan tangan disilangkan, Koya duduk sambil bersiul-siul, berhasil kabur lagi dari kejaran para makhluk-makhluk aneh nan menyeramkan itu.
Di ruangan yang luas itu baru ada mereka berdua, di keempat sudut ruangan yang berbentuk segi empat itu terdapat tabung yang diselimuti cahaya biru tipis, di ruangan tersebut tidak terlihat pintu maupun jendela sama sekali bahkan tidak ada celah sedikitpun untuk seekor tikus menyelinap.
“Koya, dimana yang lain?”
“Hee… Mana kutahu, aku kan baru saja datang…”
Dan secara kebetulan, dari keempat sudut ruangan tersebut muncul lima orang, seorang Hunter dengan rambut coklat yang bertampang ceria dengan partner falconnya yang setia terbang memutari kepalanya, seorang assassin serba hitam, Gunslinger wanita dengan rambut kuning pucat dan gatling gun yang ukurannya tidak kecil yang berdiri di sebelah Gunslinger wanita yang serba biru bernuansa menyeramkan, terlihat dari tangan kanannya yang hanya berupa tulang dari siku ke depan, dan yang seorang lagi…
High Wizard berambut putih, wajah umur 30-an kurang itu menunjukkan wibawanya, aura sihirnya bahkan terasa bagi orang yang berdiri di sampingnya.
“Courius…” Gumam Angel pelan sambil melihat sang High Wizard, mereka berempat duduk di tempat masing-masing.
“Ehem. Sekarang hanya kita berenam yang bisa berkumpul?” Courius bertanya ke arah sang Hunter, sang Hunter hanya mengangguk pelan.
“Banyak yang sedang dalam misi atau tidak diketahui keberadaannya, maklum, guild ini kan bukan guild terkenal seperti di luar sana, makanya mereka kadang membantu guild lainnya,” jelas sang Hunter.
“Enak saja, guild ini harusnya bisa terkenal andaikan kita mau mengikuti War of Emperium, sayang Courius-sama tidak mau mengikuti permainan itu,” jelas Gunslinger berambut kuning. “Benar kan’ Clynt?”
“Hehehe… Jelas Mielle, di dalam perperangan itu aku bisa membunuh mereka semua, darah akan tergenang dimana-mana, mayat yang kepalanya sudah dilubangi dengan peluru ini terbaring dimana-mana…” Gunslinger satunya yang dipanggil Clynt malah bicara tidak karuan.
“Sudah, sekarang yang penting… Angel, kenapa namamu bisa kulihat di daftar buronan Prontera?” Tanya Courius sambil menatap tajam Angel.
“Aku tidak tahu, setahuku yang kulakukan hanya membunuh para assassin sial dari Morroc,” jawab Angel.
“Courius, sebenarnya ada hal yang kupikirkan.” Sang Hunter mengutarakan pendapatnya.
“Yoshio, katakan.” Jawab Courius singkat.
“Seperti yang kita ketahui, Prontera berseteru dengan Morroc, Tristan II telah membuat Morroc menjadi kota miskin, sultan Morroc juga memutuskan hubungan dengan Prontera, jadi apabila Angel menghabisi assassin dari Morroc… Kenapa bisa sampai ke Prontera?” Tanya Hunter yang bernama Yoshio, diikuti dengan anggukan Mielle.
“Sebentar, Niigozeroku pasti tahu sesuatu!” Seru Mielle sambil melihat sang assassin yang hanya diam saja sambil berpikir, “Niigozeroku kan dari Morroc, pasti diberitahu tentang itu.”
“Aku benar-benar tidak mendengar kabar soal ini, mungkin ketua memang sudah merencanakannya, ketua para assassin yang dibunuh itu membocorkan banyak rahasia dari asosiasi kita.” Niigozeroku hanya menjawab yang diketahui, sambil menggelengkan kepala.
“Courius, aku mau ke tempat Tristan, aku harus tahu alasannya,” ujar Angel, ia langsung berjalan ke salah satu sudut ruangan dan masuk ke dalam tabung tersebut, beberapa saat kemudian Angel lenyap lagi.
“Courius-sama!! Angel kan jadi buronan, kalau dia ke tempat raja memangnya tidak ditangkap??” Seru Mielle.
“Tidak mungkin Angel mau membunuh Raja, bukan?” Lanjut Clynt sambil membetulkan Cowboy’s hat-nya.
“Aku tidak sebodoh untuk membiarkan Angel menemui Tristan III kalau itu yang akan terjadi…” Ujar Courius.
“Anggota elite guild kita… Sang High Wizard dengan kemampuan magis yang besar, Courius Curius… Hunter dengan kemampuan penggunaan trap yang ahli, Yoshio Kotake… Assassin yang bergerak di dalam kegelapan dan bayangan, Niigozeroku Ichikyuusan, walaupun itu hanya nama panggilannya… Assassin dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh manusia biasa, dengan kelincahan yang sudah terlatih sejak kecil, Koya El Sanctus… Ditambah kalian, Gunslinger pengguna Gattling Gun yang handal, Mielle Shooter dan Clynt Blacklead.”
“Dan High Priestess dengan kekuatan fisik yang mungkin setara dengan dewa dan senjata asli dari Thor yang diwariskan kepadanya, Angel… Ah, tepatnya… Angel T…”
*PATS*
“Courius…” Terdengar suara Koya.
“Apa?”
“Di sini bisa mati lampu juga?”
“Harusnya sih tidak… Koya, bisa kau tolong cek apa yang terjadi?”
“Hee…? Kok aku sih? Yang biasa bergerak di dalam kegelapan kan Niigoze- AUW!!! Pantatku jangan ditusuk katar!!”
“Makanya, kau cek sana.” Terdengar Courius menghela nafas.
“Courius-sama, memangnya nama Angel siapa? Kok diputus sih?” Tanya Mielle yang sudah penasaran.
“Namanya…”
Desember 8, 2007 pukul 2:06 pm
Namanya…. Angel T…. *mjolnirnya angel jatuh nimpa kepala… pingsan…. *
Note: ~~” hoi hoi….. gwa ga pernah rebirth oi…. koq bisa jd high wizard? gwa ga mau jd high wizard, gwa mau jd warlock…….
Desember 10, 2007 pukul 1:44 pm
ZzZ… Gw lupa!!!!! Mati gw!!
Sudahlah, relakan saja
gw nyelipinnya buru-buru sih
Eh, kakek ga boleh sebar-sebar rahasia perusahaan ye