I’m Strong. But I’m weak

By dreamcreator

“Wuaah… Gyakko hebat, tes praktek menjadi Knight bisa dilewatkan dengan mudah!!”
“Gyakko!! Tes Wizardpun kau lewati dengan mudah?? Padahal aku harus mengulang tiga kali!!”
“Selamat Gyakko, sekarang kau sudah menjadi Mage Knight! Sebagai pengujimu, aku turut bangga!!”

Bodohnya…

“Senior Gyakko!! Ajari aku untuk memberi sihir pada pedang dong!!”
“Senior!! Cara untuk melakukan sihir ini dengan benar bagaimana??”
“Kak Gyakko!! Apa gerakanku sudah benar??”

Lebih bodoh lagi…

Mereka tidak tahu siapa yang mereka ajak bicara, aku berharap mereka bisa mengerti diriku, namun…

Kurasa itu percuma, mereka hanya mementingkan kehebatan. Lulus menjadi Mage Knight dalam usia seperti ini memang sangat langka.

Padahal… Aku benar-benar ingin dimengerti…

Namaku Gyakko. Aku tidak punya marga, aku diketemukan begitu saja.

Apa!! Aku anak yang dibuang?!? Enak saja… Aku ini salah satu penjelmaan dewa, yang kudengar sih namanya… Thatanos? Thanatos? Ah, aku pusing.

Aku ini dewa pembuat mimpi. Mungkin di benak kalian akan muncul seseorang dengan kekuatan super kuat, kemampuan melebihi manusia biasa, pokoknya bisa segalanya.

Kuharap AKU juga bisa seperti itu.

Karena kenyataannya…

“Gyakko!! Kau- dan Zero, akan bertarung. Sebagai gurumu- aku mau melihat kemampuan kalian sampai mana!!”

Aku masih ingat dengan jelas kata-kata guru di divisi Swordsman. Suasananya juga sangat jelas. Saat itu matahari sangat panas, menyengatku yang tidak biasa berada di luar, aku berkali-kali menyeka keringatku yang bercucuran. Aku menginjak rumput liar yang tumbuh di sepanjang arena.

Saat itu, di tanganku terdapat Bastard Sword yang kudapat dari gadis divisi Merchant, mereka menggunakan keahliannya dalam menawar barang untuk membelikanku pedang ini.

Padahal aku sebenarnya tidak bisa menggunakan pedang dengan benar, tapi mau apalagi, sebagai murid divisi Swordsman, aku minimal harus memegang pedang.

“HEAAAHH!!!”

Zero, pemuda Amatsu yang tampan. Rambut coklatnya sudah dibasahi keringat, berbeda denganku yang masih santai. Bajunya sudah kotor dengan tanah, jelas karena dia sempat sparring dengan kakak kelas. Sepertinya dia dapat banyak pujian.

Aku iri.

Tapi kekuatanku terbatas.

Aku menahan ayunan pedangnya yang sudah lecet sana-sini, tanda sering dipakai. Aku harap aku bisa menggunakan Bastard Sword milikku sampai sebegitunya.

TRANG!!

Suara pedang bertemu, dengan kekuatanku yang tidak seberapa, aku berusaha menahan Broad Sword miliknya.

Dengan cepat dia langsung menarik pedangnya, dan mundur.

Memang swordsman berbakat berbeda.

Tanganku gemetar, pedang besarnya memberikan ketakutan untukku.

Aku tidak mau berbuat curang, tapi…

Gawat!! Pedang itu mengarah ke arahku yang tidak mempunyai perlindungan!!

“HALT!!”

Aku memperlihatkan telapak tanganku ke arah Zero yang melompat, tiba-tiba dia berhenti di udara. Guru dan para teman sedivisi juga terdiam.

Aku menghentikan waktu.

“Dream… Making…”

Aku menutup mataku, tiba-tiba dari tubuhku keluar cahaya putih. Pakaian swordsmanku tertutupi jubah berwarna biru, lalu aku menutup tanganku yang sejak tadi terbuka.

“Finished.”

Tiba-tiba terdengar sorak sorai, aku kelelahan. Biasanya untuk pertarungan satu lawan satu tanpa penonton, aku tidak perlu menghentikan waktu, tapi untuk kasus kali ini aku perlu. Dan sialnya, itu memerlukan banyak sekali tenaga.

Hosh… Hosh…

“Gyakko!! Kau memang hebat!! Bahkan kau mengalahkan Zero tanpa usaha yang cukup besar!!” Guruku itu langsung menepuk punggungku dengan keras.

“Ahahaha… Begitulah…” Ujarku.

Aku malu mendengar pujian guruku, sekarang Zero sedang tidur dengan mimpi yang barusan kubuat…

Aku melirik ke arah Zero, dia terbaring lemah tak terjaga di atas arena, mungkin lima menit lagi dia akan terbangun.

“Gyakko!! Sebenarnya Zero sudah kurekomendasikan untuk menjadi Knight tanpa tes!! Mungkin kau juga akan kurekomendasikan!!”

Teman-temanku melirikku iri.

Jangan melihatku seperti itu… Aku tidak bisa apa-apa…

Tapi sampai akhir, sampai aku menjadi Mage Knight, cara curang itu tetap kugunakan.

Aku bingung, apa benar aku ini penjelmaan dewa?

Kalau tidak, kenapa ada kekuatan ini?

Kalau iya…

Kenapa aku selemah ini…

3 Tanggapan ke “I’m Strong. But I’m weak”

  1. idiotmania Berkata:

    ceritanya bgs juga… =))

    sayang gw ga tau cara ngomennya… =))

  2. Goenawan Lee Berkata:

    Komenku masih kayak entry sebelumnya.

  3. Dream Maker Berkata:

    Huwaaa!!!!

    Padahal udah aku coba tambahin deskripsi setting!!!

    anoo… aku pernah nyoba bikin cerita yang lebih realistis

    hasilnya? akhir2nya kayak yang sebelumnya, belakang2nya pasti ada fantasy2nya

Tinggalkan Balasan