<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Just An Ordinary Dreamer &#187; Chronology of an &#8216;Angel&#8217;</title>
	<atom:link href="http://dreamcreator.wordpress.com/category/chronology-of-an-angel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dreamcreator.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jun 2008 14:42:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dreamcreator.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/afde4252f34aa4236c57064e477e14c3?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Just An Ordinary Dreamer &#187; Chronology of an &#8216;Angel&#8217;</title>
		<link>http://dreamcreator.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dreamcreator.wordpress.com/osd.xml" title="Just An Ordinary Dreamer" />
		<item>
		<title>Replica</title>
		<link>http://dreamcreator.wordpress.com/2008/04/16/replica/</link>
		<comments>http://dreamcreator.wordpress.com/2008/04/16/replica/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 14:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dreamcreator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chronology of an 'Angel']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dreamcreator.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Angel sekarang berada di salah satu atap rumah Morroc yang tidak hancur. Bagi orang lain sangatlah mudah untuk meninggalkan Morroc, para penduduknya sekalipun, siapa yang tidak takut setelah para monster mendatangi mereka? Kecuali Angel sendiri yang melihat seseorang yang merupakan pengguna gada raksasa, walaupun bukan Mjollnir.
Ia duduk memeluk lututnya, gadanya tetap berada di sampingnya. Tatapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=16&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Angel sekarang berada di salah satu atap rumah Morroc yang tidak hancur. Bagi orang lain sangatlah mudah untuk meninggalkan Morroc, para penduduknya sekalipun, siapa yang tidak takut setelah para monster mendatangi mereka? Kecuali Angel sendiri yang melihat seseorang yang merupakan pengguna gada raksasa, walaupun bukan Mjollnir.</p>
<p>Ia duduk memeluk lututnya, gadanya tetap berada di sampingnya. Tatapan matanya kosong. Dirinya yang sudah menetap di Morroc mereka kehilangan tempat tinggalnya, entah kenapa ada yang mengikatnya, walaupun Morroc hancur, dirinya tidak bisa meninggalkan Morroc.</p>
<p><em>”Lebih baik kau tingal di Einbroch… Di sana ada kenalanku”</em></p>
<p>Kata-kata Courius sama sekali tidak digubris olehnya.</p>
<p><em>”Kenapa kau tidak kembali ke Prontera saja? Pada dasarnya kau masih High Priestess, kalau kau ke Gereja pasti masih di terima… Terlebih lagi tidak ada bukti kau membunuh mereka, bukan?”</em></p>
<p>Saran jadi Zero, kependekan dari Niigozeroku, juga tidak didengarkan, para perdana mentri Prontera tidak terlalu baik untuk menerimanya.</p>
<p>“Lagi-lagi kau terdiam seperti ini… Sudah berapa lama tidak kulihat? Sepuluh tahun? Atau limapuluh?”</p>
<p>Suara berat itu terdengar, Angel tidak sanggup menoleh, suara itu terlalu familiar dengannya.</p>
<p>“Takut? Sepertinya kau memang manusia…”</p>
<p>Suara berat itu terdengar makin jelas, di sampingnya. Angel menggigil, berusaha menyembunyikan rasa takutnya. Yang ditakuti bukanlah kekuatan asal suara yang didengarnya, bisa asja Angel melawannya dengan Mjollnir miliknya.</p>
<p>Namun ‘relasi’ lah yang ditakutinya.</p>
<p>Angel merasa ada yang memeluknya, namun yang didapatkannya hanyalah rasa dingin yang kelam. Rasa ini sering dialaminya dan Angel bisa melewatinya dengan mudah, sebagai setengah dewa, cobaan semacam ini bukanlah suatu halangan.</p>
<p>Namun ‘relasi’ itu membuat cobaan yang kali ini terasa lebih berat, bahkan ada kemungkinan Angel tidak bisa melewatinya sendirinya.</p>
<p>“Angel… Kau tidak sendirian… Masih ada kami…”</p>
<p>Suara itu berbisik di telinga Angel.</p>
<p>“Kakak…</p>
<p>Aku takut.”</p>
<p>Di belakang Angel nampak bayangan Morroc, tangan itu memeluk Angel dan sayapnya menyelubungi tubuhnya. Aura jahat serta baik bercampur di sekeliling mereka. Asap hitam muncul dimana-mana. </p>
<p>Morroc’s Shadow… Tipe malaikat.</p>
<p>“Angel, panggil namaku…” Ujarnya.</p>
<p>“…” Angel terdiam.</p>
<p>Angin panas berhembus. Tangan Angel bergerak. Mjollnirnya ia ayunkan ke belakangnya, suara sabetannya bahkan sanggup membuat seorang Novice ketakutan.</p>
<p><em>”Ilusi?”</em> Batin Angel. Ia sendirian di Morroc, tidak ad akehidupan sama sekali.</p>
<p><em>“Lagi-lagi kau terdiam seperti ini… Sudah berapa lama tidak kulihat? Sepuluh tahun? Atau limapuluh?”</p>
<p>“Takut? Sepertinya kau memang manusia…”</p>
<p>“Angel… Kau tidak sendirian… Masih ada kami…”</p>
<p>“Angel, panggil namaku…”</em></p>
<p>“Itu tidak mungkin ilusi…” Ujar Angel tidak bersuara, gerak bibirnya terlihat tidak jelas.</p>
<p>Angel melompat turun ke bawah, meninggalkan bayangan yang sedaritadi menjaganya saat sendirian.</p>
<p>“Angel… Kau tahu… Rasanya sakit tidak mempunyai nama…”</p>
<p>Suara itu menghilang bersama angin panas Morroc. Angel tidak menoleh lagi. Lagi-lagi tubuhnya gemetaran. Benar, ia terlalu takut untuk ini. Angel berpikir, apa ini ujian dari Odin untuknya? Atau malah kejahilan kakeknya, kalau Loki adalah dalang semua ini, Angel pasti akan menghadiahkan setidaknya sepuluh pukulan untuknya.</p>
<p>Angel tertegun, selangkah sebelum ia keluar dari kota Morroc, terdengar raungan monster yang menyeramkan. Tapi untuk Angel, suara ini tidaklah lebih dari teriakan Condor. Suara berat khas kakaknya itu lebih menyakitkan.</p>
<p>“Ha…”</p>
<p>“Al…”</p>
<p>“Im…”</p>
<p>“Dor…”</p>
<p>Angel secara reflek melihat ke ara langit. Morroc yang biasanya terik sekarang terselubung kegelapan. Matanya langsung mengarah ke tempatnya yang dulunya kolam Morroc, tempat yang diduga Angel mengeluarkan suara aneh tersebut.</p>
<p>Mata Angel terbelalak, tidak percaya apa yang dilihatnya. Setan. Wujudnya tidak jelas seperti asap, namun mata Angel bisa melihat dengan jelas. Tubuh raksasa, dengan mata kuning yang terbuka di lengannya. Taring yang sanggup mengoyak Detale sekalipun. Bukan setan seperti yang di Glast Heim. Bukan setan segala keburukan manusia, Thanatos. Bukan setan seperti dirinya.</p>
<p>Setan Morroc… Satan of Morroc.</p>
<p>Angel langsung berbalik, setidaknya lepas dari pengaruh kota tersebut. Morroc jadi tempat penuh ilusi untuknya. Rasanya ingin Angel merusak matanya yang berwarna merah darah itu agar berhenti menghantui pikirannya, namun suara berat itu tetap saja menghantui. Andaikan Angel merusak pendengarannya, setan itu terlalu kejam dengan memberinya ketakutan lewat sentuhan.</p>
<p>Angel sekarang hanya ingin satu hal. Ia ingin bereinkarnasi sekali lagi. Melepas semua bebannya sebagai setengah dewa.</p>
<p>Di luar kota tersebut, Zero menunggu tepat di luar pintu masuk. Menunggu dengan tenang, terkadang melempar pisau untuk menghancurkan Drops yang melewatinya terus-menerus.</p>
<p>Kegiatannya terganggu dengan suara Angel yang keluar dari kota tersebut dengan nafas tersengal-sengal. Alamat buruk, pikir Zero. Dugaan Assassin itu benar setengahnya, tangan Angel langsung meraih bahu Zero, untuk tempatnya berdiri.</p>
<p>“Apa yang kau lihat?” Tanya Zero sambil memapah Angel.</p>
<p>Angel mengambil nafas, ia berbicara tanpa mengeluarkan suara, Zero membaca gerak bibirnya.</p>
<p>Langsung saja Zero tersenyum tipis.</p>
<p>“Kau hebat…” Pujinya ke Angel, yang hanya dibalas dengan senyum masam. Tangan kirinya memegang Mjollnir.</p>
<p><em>”Aku tidak sanggup untuk melihat setan itu, bahkan untuk membayangkannya… Tetapi ia melihatnya lagi…”</em> Batin Zero, mereka berjalan menuju kota Payon.</p>
<p>Sementara itu di Aldebaran…</p>
<p>“Kenapa kita harus inspeksi kota begini sih?” Tanya Koya, mengeluh pada Courius mengenai idenya untuk melihat beberapa dungeon, sekaligus mengecek kota.</p>
<p>“… Entah kau tahu apa tidak… Tapi di sini mungkin ada ‘senjata’ yang kita butuhkan…” Ujar Courius sambil melirik ke arah Koya. Tatapan dingin dan tajam itu membuat Koya terdiam. Ia belum pernah mendengar tentang senjata yang diucapkan Courius, yang ia tahu, senjata untuk guild mereka adalah mereka sendiri.</p>
<p>“Maksudnya, boneka?” Tanya hunter berambut hijau, Yoshio Kotake, sambil memainkan busurnya. </p>
<p>“Koya, sering-seringlah ngobrol dengan yang lain, kurasa hanya kamu yang tidak tahu senjata kita kali ini…” Ujar Courius, menggoda Koya yang sekarang tersenyum masam.</p>
<p>“Aku setidaknya tahu, kalau senjata yang dimaksudmu itu jantung Clock Tower, tapi aku tidak tahu bentuknya, itu saja.” Balas Koya sambil mencibir ke Courius. </p>
<p>“Kalau kau tahu pasti kau kaget.” Ujar Courius sambil memasuki Clock Tower. Mereka melewati jam tua berjalan, namun karena tidak mengganggu jadi ia biarkan begitu saja, kecuali beberapa Punk yang seenaknya menyerang mereka, dengan sihir Courius dan sabetan Koya, ditambah jebakan-jebakaa yang dipasang oleh Yoshio Kotake, untuk melewatinya bukanlah suatu tantangan.</p>
<p>Semakin mereka ke atas, para monster semakin agresif, alarm menyerang mereka tanpa henti, Own Duke, atau kalau lagi sial, Owl Baron turut campur dalam urusan mereka. Courius merapal sihirnya dengna cepat, beberapa kombo sihir dirapalnya. Koya menggunakan kecepatannya untuk mengecoh para monster, dibantu dengan jebakan Yoshio. Mayat alarm berserakan, sepanjang jalan penuh dengan jam rusak, jarum jam yang patah, dan segala jenis sampah lainnya.</p>
<p>Namun kelelahan mereka berubah menjadi kekagetan.</p>
<p>Jantung mereka berdebar kencang, untuk Courius sekalipun yang biasanya tenang, tatapan matanya tegang. Senjata mereka kali ini memang benar-benar senjata terbaik untuk mereka.</p>
<p>Angel- Bukan, replikanya, dalam bentuk boneka kosong. Tergantung dibalik jam Clock Tower yang merupakan ikon Aldebaran. Siapa sangka di balik ikon itu terdapat sesuatu yang sangat menyeramkan? Suara roda gerigi yang memukul satu sama lain menambah kesuraman tempat tersebut.</p>
<p>Mata boneka itu kosong. Persis saat Angel saat ini.</p>
<p>“Siapa yang membuatnya…?” Tanya Yoshio. Ini pertama kali ia melihatnya, sepertinya begitu pula dengan Courius.</p>
<p>“Aku tidak pasti… Angel pernah memberitauhku soal boneka… Tapi aku tidak tahu bentuknya,” jawab Courius sambil mengingat-ingat ucapan Angel saat itu. Saat ia sendiri masih menjadi Wizard.</p>
<p><em>”Courius, aku akan bergabung dengan guildmu, dan akan menjadi senjata bagi guild ini.”</p>
<p>“Di saat aku tidak berguna… Pergilah ke puncak Clock Tower, di balik jam menara itu sudah kusiapkan senjata buatan kakekku, Loki.”</p>
<p>“Bentuknya boneka, jadi cukup mencolok.”</p>
<p>“Aku masih mempunyai sifat manusia… Saat rasa takut itu menyerangku, pakailah boneka itu sebagai penggantiku…”</em></p>
<p>Courius paham akan perkataan Angel sekarang.</p>
<p>“Courius. Bagaimana cara menurunkannya?” Tanya Koya. “Tidak mungkin bisa diturunkan semudah itu, roda gerigi itu sangat bergantung para boneka itu, seperti katamu, jantung Clock Tower. Para roda gerigi itu memenjara boneka itu.”</p>
<p>Courius terdiam. Ia lalu tersenyum.</p>
<p>“Aku juga tidak tahu…” Ujarnya.</p>
<p>Mereka semua terdiam. Yoshio menatap Courius dengan pandangan bingung dan heran, tidak kurang <em>sweat-drop</em> di kepalanya. Koya menghela nafas.</p>
<p>“Koya… Kau cari Angel… Dan kembali ke sini untuk memberitahu caranya… Kita butuh boneka ini bagaimanapun caranya.”</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dreamcreator.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dreamcreator.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dreamcreator.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dreamcreator.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dreamcreator.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dreamcreator.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dreamcreator.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dreamcreator.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dreamcreator.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dreamcreator.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dreamcreator.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dreamcreator.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=16&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dreamcreator.wordpress.com/2008/04/16/replica/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730231b7be3210a49f5d523d7dacad09?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dreamcreator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Reason&#8230;</title>
		<link>http://dreamcreator.wordpress.com/2008/04/13/the-reason/</link>
		<comments>http://dreamcreator.wordpress.com/2008/04/13/the-reason/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 14:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dreamcreator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chronology of an 'Angel']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dreamcreator.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[“A-apa yang terjadi…?”
Mata Angel terbelalak. Istana Prontera sudah dipenuhi darah. Para penjaga semuanya tewas dalam satu serangan. Rata-rata tebasan.
“Hoi oi, apa yang sebenarnya terjadi, sih?”  Tanya Angel ke dirinya sendiri.
“Pembunuhan massal, sepertinya Assassin yang melakukannya… Tebasan yang halus… Assassin Cross… Ketua asosiasi? Bukan…”
Angel menganalisis keadaan sekitar, tidak ada tebasan yang sia-sia. Yang bisa melakukannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=15&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“A-apa yang terjadi…?”</p>
<p>Mata Angel terbelalak. Istana Prontera sudah dipenuhi darah. Para penjaga semuanya tewas dalam satu serangan. Rata-rata tebasan.</p>
<p>“Hoi oi, apa yang sebenarnya terjadi, sih?”  Tanya Angel ke dirinya sendiri.</p>
<p>“Pembunuhan massal, sepertinya Assassin yang melakukannya… Tebasan yang halus… Assassin Cross… Ketua asosiasi? Bukan…”</p>
<p>Angel menganalisis keadaan sekitar, tidak ada tebasan yang sia-sia. Yang bisa melakukannya hanyalah seseorang yang berkemampuan seperti Niigozeroku, serta kecepatan seperti Koya.</p>
<p><em>”Apa yang sebenarnya terjadi?”</em></p>
<p>BRUK!!</p>
<p>Mendengar ada sesuatu yang terjatuh, Angel langsung menengok ke arah belakang. Seorang petugas dokumen kerajaan terperangah melihatnya. Dokumen yang dibawanya berserakan di lantai, bercampur dengan warna darah.</p>
<p>“Huwaaaaaaaaaa!!!!” Petugas dokumen itu langsung lari terbirit-birit menuju arah keluar, berusaha kabur dari sang buronan. Sang pembunuh.</p>
<p>“Gawat… Bisa-bisa harga kepalaku dinaikkan…”</p>
<p>……</p>
<p>Sesuai dugaannya. Harga untuknya dinaikkan.</p>
<p>Tersangka pembunuhan massal di istana Prontera. Serta penculikan raja.</p>
<p>Sampai sekarang Tristan III masih belum ditemukan. Di singgasananya hanya tertinggal mahkota kerajaannya.</p>
<p>Angel tidur-tiduran di atap salah satu perumahan Morocc. Para penduduk tidak merasa aneh kalau merasa ada yang berlarian di atap rumahnya karena itu sudah lumrah bagi mereka.</p>
<p>Angel juga bisa sedikit tenang, karena biasanya penduduk Morocc tidak mempedulikan kata-kata Tristan, sehingga Angel tidak menjadi buronan di Morocc.</p>
<p>Angel menutupi matanya dari sinar matahari yang silau. Udara gersang membuatnya sedikit lelah.</p>
<p>“Aku… Mengantuk…”</p>
<p>…</p>
<p>Siapa aku?</p>
<p>Aku Angel. Aku Hallimdor.</p>
<p>Siapa perempuan itu?</p>
<p>Dia Hel. Dia ibuku.</p>
<p>Lalu, siapa laki-laki itu?</p>
<p>Dia Loki. Ayah dari Hel.</p>
<p>Siapa kamu?</p>
<p>Kamu kakakku.</p>
<p>Bayangan Morocc. Morocc’s Shadow.</p>
<p>Bukan, itu bukan kamu.</p>
<p>Kamu adalah pelayan dari Satan of Morocc.</p>
<p>Bukan juga.</p>
<p>Kamu… Siapa?</p>
<p>…</p>
<p>Angel tiba-tiba terbangun. Dirinya seperti mengingat sesuatu yang telah lama dilupakan.</p>
<p>“Morocc’s… Shadow…?”</p>
<p>“Satan of Morocc…?”</p>
<p>“Morocc… Kehancuran?”</p>
<p>Kata-kata itu terngiang di pikiran Angel. Entah kenapa ingatannya tercampur aduk.</p>
<p>“Aku… Hallimdor.”<br />
.<br />
.<br />
.<br />
.<br />
“Kak Angeelll!! Bisa ambilkan mainanku yang tersangkut di atap tidak??”</p>
<p>Angel melongokkan kepalanya. Seorang anak kecil tengah menunjuk ke arah atap yang sedang ditempatinya.</p>
<p>Bola berwarna merah yang kotor kena pasir dan debu. Angel mengambilnya dan menjatuhkannya ke bawah.</p>
<p>“Jangan kau lempar tinggi-tinggi, nanti tidak bisa diambil.” Angel mengambilnya lalu melemparnya ke bawah. Anak kecil yang tadi memanggil Angel ekspresinya berubah menjadi senang, lalu kembali melemparkannya di udara sambil berlari ke arah pasar Morocc.</p>
<p>“Hhh… Siapa dia… Aku tidak bisa mengingatnya…” Angel bergumam, kembali berbaring di atas atap.</p>
<p>“Kakak…?”</p>
<p>Angel tertidur lagi. Berharap ia bisa mengingat sosok itu.</p>
<p>…</p>
<p>“GAAH!! AKU TIDAK BISA TIDUR DI TEMPAT YANG PANAS INI!!!” Angel tiba-tiba terbangun dan berteriak. Penghuni rumah itu hanya bisa geleng-geleng mendengar teriakan Angel yang… Bisa dibilang lebih keras dari speaker manapun.</p>
<p>Angel melompat kebawah, debu-debu di sekitar kakinya berterbangan, lalu dengan ia berjalan menuju Kafra, bertujuan untuk warp ke tempat yang lebih sejuk. Tapi bukan Lutie.</p>
<p>Dalam lima menit ia sudah sampai ke Kafra yang bertugas di sana, dan itu membuat orang yang biasanya tinggal di Morocc kebingungan.</p>
<p>Biasanya untuk mencapai Kafra dari luar pasar Morocc membutuhkan kurang lebih sepuluh menit karena ramainya orang-orang yang berjualan di sana, ataupun hanya duduk-duduk, tapi entah kenapa kali ini terlihat agak sepi.</p>
<p>“Tumben hari ini sepi.”</p>
<p>Seorang Huntress sedang bercakap-cakap dengan Priest yang berada di sebelahnya, sepertinya mereka berdua sedang mencari keperluan mereka untuk berburu.</p>
<p>“Daripada di sini lebih baik kita ke Payon, entah kenapa banyak yang ke sana.” Jawab Priest yang berada di sebelah sang Huntress. Mereka berdua langsung memakai jasa warp Kafra untuk ke Payon.</p>
<p>Angel melirik mereka, memang belakangan ini Payon lebih ramai, apa mungkin disebabkan karena Morroc sering terjadi gempa kecil-kecilan tiba-tiba?</p>
<p>Tiba-tiba Angel teringat sesuatu.</p>
<p>Gempa itu jelas-jelas menakutkan, seluruh perumahan di Morroc hancur, semua orang berlarian mencari perlindungan, namun banyak yang bahkan tidak bisa berdiri dari tempatnya karena guncangan dan menerima nasib tertimpa oleh batu-batuan dari rumah yang hancur. Kematian selalu tampil di ingatannya, tidak hanya karena gempa tersebut, Morroc juga diserang oleh sekumpulan monster.</p>
<p>“EAAAARRGHHH!!!” Angel mengerang, kepalanya terlalu sakit untuk menerima semua gambaran itu. </p>
<p>Begitu ia sadar, dia sudah tidak berada di Morroc, melainkan berada di tempat guildnya. Ia terduduk di sofa tempat biasa Koya bermalas-malasan.</p>
<p>“Ho- Hoi, suaramu besar sekali, mimpi buruk lagi?”</p>
<p>Angel menoleh ke arah suara tersebut, seorang Assassin berambut biru panjang berntakan menutup telinganya. Sedangkan Assassin wanita serba hitam di sebelahnya hanya terdiam.</p>
<p>“Aku… Kok bisa di sini? Tadi rasanya masih di Morroc…” Gumam Angel sambil melihat ke sekitar, tidak ada orang lain selain mereka bertiga.</p>
<p>“Angel… Angel… Memang kejadian itu sangat berat, tapi masa kau tidak bisa menahannya sih??” Tanya Koya.</p>
<p>“Hah?” Angel semakin bingung dengan pertanyaan Koya, “Maksudnya apa? Memangnya ada apa sih?”</p>
<p>“Astaga… Angel… “ Gumam Koya. “Bukan cuma kau yang tidak terima akan hal itu… Jadi jangan bersikap seperti itu, tepatnya… Berhentilah bersikap begitu.”</p>
<p>*Krieett…*</p>
<p>Terdengar suara pintu terbuka, di balik pintu itu muncul seorang High Wizard yang nampak sangat berwibawa, Courius Curius.</p>
<p>“Angel, kau sudah sadar? Raunganmu terdengar dari pintu depan…” Ujar Courius sambil tersenyum.</p>
<p>“Courius, jelaskan ke dia lagi, aku sudah lelah menjelaskannya.” Keluh Koya.</p>
<p>“Apa maksudmu!!” Seru Angel sambil menarik senjatanya yang selalu berada di dekatnya, Koya langsung kabur ke belakang Courius.</p>
<p>“Sudah satu bulan berlalu, pasti dia akan menerimanya juga…” Ujar Courius ke Koya, Niigozeroku hanya menyetujui kata-kata Courius dengan menganggukan kepalanya.</p>
<p>“Lebih baik kalian jelaskan dengan cepat apa maksud semua ini- Kenapa aku di sini, raasnya terakhir kali aku ada di Morroc dan…”</p>
<p>“Biar aku jelaskan.” Ujar Courius, ia berjalan dan duduk di salah satu bangku yang terdekat dengan tempat Angel duduk.</p>
<p>“Kau memang berada di Morroc, tapi itu satu bulan yang lalu.” Ujar Courius.</p>
<p>Angel terdiam.</p>
<p>“Bulan lalu, memang terjadi gempa dashyat, perumahan hancur dan banyak korban… Terlebih lagi…” Courius terdiam.</p>
<p>“Sepertinya kau sudah tahu Angel… Apa yang terjadi setelahnya… Dan itu yang membuatmu seperti ini selama sebulan ini.” Jelas Courius, lalu berdiri.</p>
<p>“Kau benar Courius…” Jawab Angel, ia menghela nafas.</p>
<p>“Alasannya…”</p>
<p>Angel meneguk ludah, terbesit ingatan-ingatan sekilas di otaknya, namun yang sangat jelas tergambar adalah… Seorang setan bersayap coklat, dengan gada yang besar di tangan kanannya.</p>
<p>Bayangan Morroc.</p>
<p>“Ada kakakku.”</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dreamcreator.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dreamcreator.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dreamcreator.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dreamcreator.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dreamcreator.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dreamcreator.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dreamcreator.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dreamcreator.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dreamcreator.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dreamcreator.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dreamcreator.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dreamcreator.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=15&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dreamcreator.wordpress.com/2008/04/13/the-reason/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730231b7be3210a49f5d523d7dacad09?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dreamcreator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Her Name&#8230;</title>
		<link>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/12/07/her-name/</link>
		<comments>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/12/07/her-name/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 12:38:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dreamcreator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chronology of an 'Angel']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dreamcreator.wordpress.com/2007/12/07/her-name/</guid>
		<description><![CDATA[Di papan pengumuman tempat menaruh informasi tentang kota, ditempel selebaran yang menyertakan foto wajah Angel.
Angel langsung membaca tulisan yang tertera di sana.
&#8220;Dicari : Seorang High Priestess
Nama : Angel
Ciri-ciri : Berambut kuning pucat, mata berwarna merah, berkulit pucat, membawa palu raksasa
Hadiah : 10.000.000 Z&#8221;

Tanpa menyelesaikan apa yang tertulis di kertas tersebut, Angel langsung berusaha menjauhi kerumunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=7&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di papan pengumuman tempat menaruh informasi tentang kota, ditempel selebaran yang menyertakan foto wajah Angel.</p>
<p>Angel langsung membaca tulisan yang tertera di sana.</p>
<p>&#8220;Dicari : Seorang High Priestess<br />
Nama : Angel<br />
Ciri-ciri : Berambut kuning pucat, mata berwarna merah, berkulit pucat, membawa palu raksasa<br />
Hadiah : 10.000.000 Z&#8221;</p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p>Tanpa menyelesaikan apa yang tertulis di kertas tersebut, Angel langsung berusaha menjauhi kerumunan orang-orang, menutupi wajahnya agar tidak diketahui, dan akhirnya berhasil sampai di daratan Prontera tanpa ketahuan satupun orang-orang di sana. Angel terpaksa bersembunyi dibalik daun-dedaunan di pohon untuk menghindar dari para Knight, BlackSmith, Wizard, Creator yang berkeliaran di sana.</p>
<p>&#8220;Apa yang kulakukan? Setahuku, aku hanya menghabisi para Assassin dari Asosiasi Assassin Morroc, kenapa bisa sampai ke Prontera?&#8221;<br />
&#8220;Tidak mungkin ini karena hal itu, Prontera dan Morroc bermusuhan, Morroc pernah sengsara karena ulah Tristan II.&#8221;<br />
&#8220;Memang ada kemungkinan sebenarnya ada sesuatu dibalik semua ini.&#8221;<br />
&#8220;Ah pusing, memang masalah berat seperti ini agak kurang cocok dengan otakku.&#8221;</p>
<p>Angel mengacak-acak rambutnya dan kembali melihat-lihat, kali ini ada beberapa Lord Knight yang ikut berkeliaran dengan Peco-Peconya, dan tidak jarang ada yang mengajak peliharaannya, Dessert Wolf Baby, untuk mengendus bau Angel, yang tentu saja sulit dilakukan karena mereka tidak mempunyai contoh bau Angel.</p>
<p>Sambil bersandar di batang pohon, Angel mulai tertidur.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><em>&#8220;Angel, lihat ini!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Whoa! Apa ini??&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Ini&#8230; Ehm&#8230; AH! Ini kan&#8217; batu Emerald yang cukup langka!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Langka? Kurasa biasa saja deh&#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Hei, bagi Novice seperti kita, batu ini cukup berharga, kau jangan menghancurkan impianku seperti itu dong&#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Jadi, apa yang mau kau lakukan dengan batu ini? Tidak mungkin kau simpan kan?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Tentu saja tidak kusimpan, aku mau menjualnya ke pengkoleksi batu berharga di Morroc!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kau gila?? Kita ini sudah tercantum sebagai warga Prontera, kau mau ke sana, dan dijadikan sasaran para Thief karena batu berharga di tanganmu itu?&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Kalau mau menjadi seorang Swordsman legendaris, kita tidak boleh takut dengan para Thief itu.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Aku mau jadi Acolyte kok.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Yah&#8230; Mirip-mirip lah, yang pasti, sekarang kita langsung jalan saja~&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Aaah!! Tunggu!!!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8212;&#8212;</em></p>
<p><em>&#8220;Angel!! Pergi sekarang!!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Tidak akan, akan kulawan dia denagn Mjollnir milikku!!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Jangan Angel!! Percuma saj-&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;TIDAAKKK!!!! THIEF KURANG AJAR!! APA YANG KAU LAKUKAAAN!!!!&#8221;</em></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>*BUMM!*</p>
<p>Para Fabre, Poring, Creamy yang kaget langsung menjauh dari lokasi jatuhnya Angel, panik mendengar suara debuman yang cukup keras.</p>
<p>&#8220;Aw&#8230; Memang sakit jatuh dari pohon&#8230;&#8221;</p>
<p>Dan di mata Angel, palu raksasa itu bergerak seperti <em>slow motion</em> dan dengan cepat langsung diambilnya, &#8220;Kalau misalnya kena palu ini, kira-kira aku mati tidak yah?&#8221;</p>
<p>Angel berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor karena debu tanah dan rumput daratan Prontera</p>
<p>Dan tidak lama kemudian, terdengar suara berisik.</p>
<p>&#8220;Itu Angel!!&#8221;<br />
&#8220;Hah?? Mana?!&#8221;</p>
<p>Angel yang merasakan firasat buruk langsung saja merogoh kantongnya, dan mengeluarkan batu kristal berwarna biru yang mengkilap diterpa cahaya matahari, dan Angel menggenggamnya sambil bergumam, <em>&#8220;Teleport&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Dan di tengah perdebatan tidak berguna itu, dari tempat Angel berpijak mengeluarkan sinar putih kebiruan yang membentuk pilar, menarik perhatian semua orang yang ada di sana.</p>
<p>Angel hilang.</p>
<p>Tanpa bekas.</p>
<p>&#8212; Morroc &#8212; Padang Pasir Sograt &#8212;</p>
<p>Dan di saat yang sama&#8230; Di tempat yang berbeda&#8230;</p>
<p>Terdengar suara derap langkah kaki orang banyak, berlari mengejar sesuatu, para Drops, Picky, dan Condor berlarian sana-sini, tidak jarang ada telur Peco-peco yang pecah karena terinjak, dan Drops malang yang rencananya hendak mengambil barang-barang yang terjatuh malah menjadi sasaran injak juga.</p>
<p>&#8220;Kejar Assassin itu!!!&#8221;</p>
<p>Sang Assassin berambut biru panjang yang malang harus berlari di padang pasir Sograt yang panas, dikejar-kejar oleh banyak orang yang nyaris semuanya perempuan. Dan ketika hendak Hiding, sudah ada Priest, atau Magician, atau juga Wizard yang mengeluarkan Sight atau Ruwach.</p>
<p>Dan dengan tipu muslihat yang diajarkan kepada para Assassin, Assassin itu berlari semakin kencang, bukan membentuk garis lurus, melainkan <em>zig-zag</em> sehingga kadang membentuk bayangan, membuat para pengejar kebingungan.</p>
<p>Dan di sela-sela kebingungan itu, jurus Cloaking dilancarkan, ia bersembunyi di balik tanah dan berjalan pelan-pelan.</p>
<p>&#8220;Sial, Assassin itu hilang!&#8221;<br />
&#8220;Kemana dia? Ruwach-ku tidak bisa mendeteksinya.&#8221;<br />
&#8220;Assassin mesum itu&#8230; Pantas saja namanya cukup terkenal di kalangan wanita Morroc.&#8221;<br />
&#8220;Sudah tidak terhitung berapa pakaian dalam yang ia curi, dasar maniak.<br />
&#8220;Koya El Sanctus, atau kadang disebut <em>&#8216;underwear snatcher&#8217;</em>, memang sesuai dengan julukannya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Gawaaat&#8230; Mereka bisa membunuhku kalau aku keluar,&#8221; gumam Koya yang tetap bersembunyi, menunggu mereka semua pergi.</p>
<p>&#8220;Le Vanco? Kau mencium bau sesuatu?&#8221; Seorang Hunter bertanya kepada Falcon-nya yang sedaritadi bertengger di pundaknya, Falcon itu langsung terbang menjauh, dan terbang berputar-putar di suatu area.</p>
<p>Seorang Magician langsung mendekati area itu dan mengeluarkan bola-bola api yang mengelilingi dirinya, Koya yang lokasi persembunyiannya ketahuan seperti ditarik oleh kekuatan gaib dari tanah, menampakkan wujudnya ke para pengejar itu.</p>
<p>Bagaikan ada awan mendung yang berpetir, yang mungkin sebentar lagi akan hujan di atas para wanita yang menjadi &#8216;korban&#8217; Koya. Ada BlackSmith yang mengeluarkan gada-nya yang cukup menyeramkan, dan Wizard serta Magician yang merapal mantra, dan Dancer yang menyiapkan cambuk dengan duri bunga mawar.</p>
<p>&#8220;Ahahahaha&#8230; Halo semuanya.&#8221;</p>
<p>Koya dengan panik berusaha kabur, namun dirinya dikepung oleh sekumpulan makhluk buas yang lebih menyeramkan dari Desert Wolf.</p>
<p>&#8212; Lighthalzen &#8212;</p>
<p>Beberapa jam sejak kaburnya Angel dan Koya, mereka berdua terlihat sedang duduk di sekitar meja berukiran ilustrasi dewa-dewi, Angel duduk dengan ekspresi kesal dengan tangan disilangkan, Koya duduk sambil bersiul-siul, berhasil kabur lagi dari kejaran para makhluk-makhluk aneh nan menyeramkan itu.</p>
<p>Di ruangan yang luas itu baru ada mereka berdua, di keempat sudut ruangan yang berbentuk segi empat itu terdapat tabung yang diselimuti cahaya biru tipis, di ruangan tersebut tidak terlihat pintu maupun jendela sama sekali bahkan tidak ada celah sedikitpun untuk seekor tikus menyelinap.</p>
<p>&#8220;Koya, dimana yang lain?&#8221;<br />
&#8220;Hee&#8230; Mana kutahu, aku kan baru saja datang&#8230;&#8221;</p>
<p>Dan secara kebetulan, dari keempat sudut ruangan tersebut muncul lima orang, seorang Hunter dengan rambut coklat yang bertampang ceria dengan partner falconnya yang setia terbang memutari kepalanya, seorang assassin serba hitam, Gunslinger wanita dengan rambut kuning pucat dan gatling gun yang ukurannya tidak kecil yang berdiri di sebelah Gunslinger wanita yang serba biru bernuansa menyeramkan, terlihat dari tangan kanannya yang hanya berupa tulang dari siku ke depan, dan yang seorang lagi&#8230;</p>
<p>High Wizard berambut putih, wajah umur 30-an kurang itu menunjukkan wibawanya, aura sihirnya bahkan terasa bagi orang yang berdiri di sampingnya.</p>
<p>&#8220;Courius&#8230;&#8221; Gumam Angel pelan sambil melihat sang High Wizard, mereka berempat duduk di tempat masing-masing.</p>
<p>&#8220;Ehem. Sekarang hanya kita berenam yang bisa berkumpul?&#8221; Courius bertanya ke arah sang Hunter, sang Hunter hanya mengangguk pelan.</p>
<p>&#8220;Banyak yang sedang dalam misi atau tidak diketahui keberadaannya, maklum, guild ini kan bukan guild terkenal seperti di luar sana, makanya mereka kadang membantu guild lainnya,&#8221; jelas sang Hunter.</p>
<p>&#8220;Enak saja, guild ini harusnya bisa terkenal andaikan kita mau mengikuti War of Emperium, sayang Courius-sama tidak mau mengikuti permainan itu,&#8221; jelas Gunslinger berambut kuning. &#8220;Benar kan&#8217; Clynt?&#8221;</p>
<p>&#8220;Hehehe&#8230; Jelas Mielle, di dalam perperangan itu aku bisa membunuh mereka semua, darah akan tergenang dimana-mana, mayat yang kepalanya sudah dilubangi dengan peluru ini terbaring dimana-mana&#8230;&#8221; Gunslinger satunya yang dipanggil Clynt malah bicara tidak karuan.</p>
<p>&#8220;Sudah, sekarang yang penting&#8230; Angel, kenapa namamu bisa kulihat di daftar buronan Prontera?&#8221; Tanya Courius sambil menatap tajam Angel.</p>
<p>&#8220;Aku tidak tahu, setahuku yang kulakukan hanya membunuh para assassin sial dari Morroc,&#8221; jawab Angel.</p>
<p>&#8220;Courius, sebenarnya ada hal yang kupikirkan.&#8221; Sang Hunter mengutarakan pendapatnya.</p>
<p>&#8220;Yoshio, katakan.&#8221; Jawab Courius singkat.</p>
<p>&#8220;Seperti yang kita ketahui, Prontera berseteru dengan Morroc, Tristan II telah membuat Morroc menjadi kota miskin, sultan Morroc juga memutuskan hubungan dengan Prontera, jadi apabila Angel menghabisi assassin dari Morroc&#8230; Kenapa bisa sampai ke Prontera?&#8221; Tanya Hunter yang bernama Yoshio, diikuti dengan anggukan Mielle.</p>
<p>&#8220;Sebentar, Niigozeroku pasti tahu sesuatu!&#8221; Seru Mielle sambil melihat sang assassin yang hanya diam saja sambil berpikir, &#8220;Niigozeroku kan dari Morroc, pasti diberitahu tentang itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku benar-benar tidak mendengar kabar soal ini, mungkin ketua memang sudah merencanakannya, ketua para assassin yang dibunuh itu membocorkan banyak rahasia dari asosiasi kita.&#8221; Niigozeroku hanya menjawab yang diketahui, sambil menggelengkan kepala.</p>
<p>&#8220;Courius, aku mau ke tempat Tristan, aku harus tahu alasannya,&#8221; ujar Angel, ia langsung berjalan ke salah satu sudut ruangan dan masuk ke dalam tabung tersebut, beberapa saat kemudian Angel lenyap lagi.</p>
<p>&#8220;Courius-sama!! Angel kan jadi buronan, kalau dia ke tempat raja memangnya tidak ditangkap??&#8221; Seru Mielle.</p>
<p>&#8220;Tidak mungkin Angel mau membunuh Raja, bukan?&#8221; Lanjut Clynt sambil membetulkan Cowboy&#8217;s hat-nya.</p>
<p>&#8220;Aku tidak sebodoh untuk membiarkan Angel menemui Tristan III kalau itu yang akan terjadi&#8230;&#8221; Ujar Courius.</p>
<p>&#8220;Anggota elite guild kita&#8230; Sang High Wizard dengan kemampuan magis yang besar, Courius Curius&#8230; Hunter dengan kemampuan penggunaan trap yang ahli, Yoshio Kotake&#8230; Assassin yang bergerak di dalam kegelapan dan bayangan, Niigozeroku Ichikyuusan, walaupun itu hanya nama panggilannya&#8230; Assassin dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh manusia biasa, dengan kelincahan yang sudah terlatih sejak kecil, Koya El Sanctus&#8230; Ditambah kalian, Gunslinger pengguna Gattling Gun yang handal, Mielle Shooter dan Clynt Blacklead.&#8221;<br />
&#8220;Dan High Priestess dengan kekuatan fisik yang mungkin setara dengan dewa dan senjata asli dari Thor yang diwariskan kepadanya, Angel&#8230; Ah, tepatnya&#8230; Angel T&#8230;&#8221;</p>
<p>*PATS*</p>
<p>&#8220;Courius&#8230;&#8221; Terdengar suara Koya.<br />
&#8220;Apa?&#8221;<br />
&#8220;Di sini bisa mati lampu juga?&#8221;<br />
&#8220;Harusnya sih tidak&#8230; Koya, bisa kau tolong cek apa yang terjadi?&#8221;<br />
&#8220;Hee&#8230;? Kok aku sih? Yang biasa bergerak di dalam kegelapan kan Niigoze- AUW!!! Pantatku jangan ditusuk katar!!&#8221;<br />
&#8220;Makanya, kau cek sana.&#8221; Terdengar Courius menghela nafas.</p>
<p>&#8220;Courius-sama, memangnya nama Angel siapa? Kok diputus sih?&#8221; Tanya Mielle yang sudah penasaran.</p>
<p>&#8220;Namanya&#8230;&#8221;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dreamcreator.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dreamcreator.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dreamcreator.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dreamcreator.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dreamcreator.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dreamcreator.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dreamcreator.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dreamcreator.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dreamcreator.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dreamcreator.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dreamcreator.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dreamcreator.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=7&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/12/07/her-name/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730231b7be3210a49f5d523d7dacad09?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dreamcreator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Life that Full of Blood</title>
		<link>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/11/07/a-life-that-full-of-blood/</link>
		<comments>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/11/07/a-life-that-full-of-blood/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2007 13:37:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dreamcreator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chronology of an 'Angel']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dreamcreator.wordpress.com/2007/11/07/a-life-that-full-of-blood/</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Padang Pasir Sograt &#8212;
Sang Assassin tertawa kecil.
&#8220;Jangan meremehkan ketua, dia sudah memperkirakan bahwa kau akan menyerangku, maka dari itu&#8230;&#8221;
&#8220;Semuanya! Serang dia&#8221;
Para Assassin itu melesat ke arah Angel dengan kecepatan yang tinggi, diperintah Assassin yang sepertinya merupakan ketua dari kumpulan Assassin itu.
&#8220;Humph&#8230;&#8221;
Angel langsung melompat ke atas guna menghindari tebasan Katar yang datang bertubi-tubi.
&#8220;D-diia di atas!!&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=6&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8212; Padang Pasir Sograt &#8212;</p>
<p>Sang Assassin tertawa kecil.</p>
<p>&#8220;Jangan meremehkan ketua, dia sudah memperkirakan bahwa kau akan menyerangku, maka dari itu&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Semuanya! Serang dia&#8221;</p>
<p>Para Assassin itu melesat ke arah Angel dengan kecepatan yang tinggi, diperintah Assassin yang sepertinya merupakan ketua dari kumpulan Assassin itu.</p>
<p>&#8220;Humph&#8230;&#8221;</p>
<p>Angel langsung melompat ke atas guna menghindari tebasan Katar yang datang bertubi-tubi.</p>
<p>&#8220;D-diia di atas!!&#8221; Seru seseorang di antara mereka.</p>
<p>Angel hanya tersenyum tipis, ia mendarat di belakang salah satu Assassin tersebut.</p>
<p>&#8220;Perhatikan punggungmu, itu peraturan dasar dalam sebuah pertarungan.&#8221;</p>
<p>Angel menghantamkan Mjollnir-nya ke arah punggung salah satu Assassin tersebut hingga Assassin itu memuntahkan darah dari mulutnya dan tumbang.</p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p>Semuanya terkejut, beberapa di antaranya bahkan ada yang tidak bergerak, takut untuk maju.</p>
<p>Takut untuk kehilangan nyawanya lebih cepat, di tangan Angel.</p>
<p>&#8220;Hei,<br />
mana yang tadi mau menyerangku??&#8221; Angel menantang mereka semua sambil membuat isyarat tangan menantang, dengan jeda 1 detik, mereka langsung melesat lagi menuju Angel.</p>
<p><em>Dikeroyok</em> seperti itu, bukannya panik, Angel malah mengangkat Mjollnirnya ke udara.</p>
<p>Tiba-tiba angin berhembus ke arah Angel, langit menjadi gelap, angin yang berhembus semakin dingin.</p>
<p>&#8220;KALIAN SEMUA MENJAUH!!!&#8221; Sang Assassin memerintah sambil melompat menjauh.</p>
<p>Tapi, mereka yang refleknya tidak sehebat sang ketua terlambat melompat.</p>
<p>Kilat mulai terlihat, suaranya yang menggelegar membuat bulu kuduk berdiri. Perhatian semuanya tertuju pada langit.</p>
<p>&#8220;Yang mencari masalah dengan iblis&#8230; Akan menemui ajalnya dalam waktu dekat&#8221;<br />
&#8220;Menangislah&#8230; Mjollnir&#8230;&#8221;</p>
<p><em>&#8220;O gatekeeper of the sanctified realm&#8230;<br />
Retribution awaits those who defile thy home&#8230;&#8221;</em><br />
&#8220;ANGELIC THUNDER&#8221;</p>
<p>Angel menghantamkan Mjollnir-nya ke tanah sehingga menimbe yang menyambar para Assassin yang kurang beruntung tersengat listrik hingga kehilangan nyawanya. Banyak jeritan memilukan yang terdengar, bagaikan neraka di atas bumi. Beberapa ekor Condor kaget sehingga terbang menjauhi tempat itu, begitu pula dengan para Drops, walaupun beberapa diantaranya menjadi korban amukan Mjollnir.</p>
<p>&#8220;Ti-tidak mungkin&#8230;&#8221; Assassin ketua tersebut menatap anggota-nya yang tewas karena sengatan listrik dari petir. Dia sepertinya cukup beruntung untuk dapat menghindari kilatan petir dan hanya tersengat sedikit. Ia berusaha untuk kabur dengan menggunakan Butterfly Wing, tapi sebelum ia sendiri dapat merogoh kantongnya, Mjollnir Angel menghantam tubuhnya sehingga terpental ke batu yang besar, dan memuntahkan darah dari mulutnya.</p>
<p>&#8220;Hehehe&#8230; Kau tidak mungkin kubiarkan untuk melaporkan ini&#8230; Lagipula, sayang sekali bila kehilangan salah satu mangsa&#8230;&#8221;</p>
<p>Angel tertawa, tawa sadis yang merasa puas korbannya menderita.</p>
<p>&#8220;An-Angel, he-hentikan&#8230; Aku janji aku tidak akan melaporkan ini ke ketua&#8230;&#8221; Assassin tersebut berkata, dan berusaha berdiri.</p>
<p>&#8220;Cih, mana bisa kulakukan.&#8221; Angel tersenyum sinis.<br />
&#8220;Ucapkan selamat tinggal pada dunia ini&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Bye-bye~&#8221;</p>
<p>Hantaman Mjollnir yang terakhir memutuskan tali kehidupannya. Terdengar suara retakan tulang yang keras, sepertinya beberapa tulang rusuknya patah karena kekuatan Angel, ditambah ia dihimpit oleh batu besar dan Mjollnir. Ah, bukan patah sepertinya, melainkan&#8230; Hancur.</p>
<p>&#8220;Cih, bajuku kena darah, bisa-bisa aku tidak diizinkan masuk ke dalam Prontera&#8221;<br />
&#8220;Lebih baik aku bawa gadis kecil ini ke kota dahulu&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Loh? Kemana dia&#8230;?&#8221;</p>
<p>Riff menghilang, Angel <em>celingukan</em> mencari-cari Riff.</p>
<p><em>&#8220;Seharusnya Riff belum bisa berjalan di atas pasir tanpa meninggalkan jejak&#8230; Tapi kenapa tidak terlihat jejak kakinya?&#8221;</em> Angel kebingungan.<br />
<em>&#8220;Aah&#8230; Apa mungkin&#8230; Diculik? Tapi tidak mungkin juga, sebab aku tidak merasakan ada orang lain yang datang tadi&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Masa menghilang? Memangnya diculik hantu? Itu mah lebih tidak mungkin lagi&#8221;</em></p>
<p>Terpaksa Angel harus mencari Riff, meninggalkan beberapa tubuh tak bernyawa yang gosong karena sengatan listrik dan satu tubuh tak bernyawa karena hantaman Mjollnir itu di atas pasir padang pasir Sograt yang ikut menyaksikan tangisan Mjollnir.</p>
<p>&#8212; Prontera &#8212;</p>
<p>&#8220;Nona Angel&#8230; Sepertinya anda jadi pelanggan tetap penginapan ini.&#8221;</p>
<p>Seorang pria setengah baya yang memakai baju pelayan menyapa Angel yang dibalas dengan tatapan dingin, sepertinya sang pelayan sudah sering mendapatkan seperti itu.</p>
<p>Angel melihat ke sekitar, tembok yang dicat krem yang dihiasi dengan berbagai lukisan yang indah, lalu meja dan kursi kayu yang ditata dengan rapi, tidak tertingal meja resepsionis yang ditempati oleh wanita manis. Hotel tiga lantai yang rapi, pikir Angel.</p>
<p>&#8220;Aku mau mencuci bajuku, berapa?&#8221; Angel merogoh kantong bajunya untuk mengambil uang.</p>
<p>&#8220;1.500 zenny, nona. Ditambah dengan biaya penginapan, semuanya 6.500 zenny,&#8221; jawab sang pelayan, Angel langsung memberikan selembar uang kertas berwarna biru, selembar lainnya yang berwarna merah dan 5 koin. Lalu mengambil salah satu kunci kamar yang tergantung di belakang wanita resepsionis tersebut.</p>
<p>Lalu Angel naik ke lantai dua penginapan itu dan mencari kamarnya sesuai dengan nomor di kunci tersebut.</p>
<p>&#8220;104&#8230; 104&#8230;&#8221; Angel bergumam sembari melihat nomor di masing-masing pintu</p>
<p>097&#8230; 098&#8230; 099&#8230; 100&#8230; 101&#8230; 102&#8230; 103&#8230; 104!</p>
<p>Angel membuka pintu tersebut dengan kunci yang dipegagnya, setelah ia masuk ia duduk di atas kasur empuk berselimut putih. Seprai-nya putih bersih dengan dua bantal empuk.</p>
<p>&#8220;&#8230; Biaya <em>laundry</em>nya nambah&#8230;&#8221;</p>
<p>Angel berdiri, meninggalkan bercak darah di atas selimut putih, menanggalkan seragam High Priestess-nya. Memperlihatkan banyak luka -yang tidak bisa hilang bekasnya- di lengan serta punggungnya, bukti bahwa pertarungan adalah makanannya sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Permisi- WHUAAAA!!!&#8221;</p>
<p>Seorang <em>bellboy</em> yang malang terkaget melihat Angel. Sosok yang mirip Elf hanya dengan pakaian dalam, sepertinya cukup untuk membuatnya mengeluarkan darah dari hidungnya dengan jumlah tidak sedikit. Pingsan.</p>
<p>&#8220;&#8230; Kenapa orang ini&#8230;?&#8221; Angel memperhatikan <em>bellboy</em> berambut hijau pendek itu yang tengah pingsan, lalu memperhatikan dirinya, &#8220;Pantas saja.&#8221;</p>
<p>Angel menendang tubuh tak berdosa itu keluar bersama dengan baju High Priestessnya yang penuh darah.</p>
<p>BRUK!</p>
<p>Angel merebahkan diri di atas kasur yang ada bercak darahnya. Ia memikirkan banyak hal. Terlebih lagi, masa lalunya.</p>
<p>Tanpa disadari, ia terbawa ke alam mimpi.</p>
<p><em>&#8220;Aku berbeda dengan Angel! Tidak ada yang mau memperhatikanku!&#8221;<br />
&#8220;Sifatku ini JELEK! Aku tidak punya hal yang LEBIH!!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;He-hei, sifatku juga jelek kok kata orang-orang.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Tapi Angel punya kelebihan! Angel bisa melindungi orang! Sedangkan aku?! Aku hanya bisa dilindungi!&#8221;<br />
&#8220;Maka dari itu&#8230; Aku&#8230; Tidak&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Aku tidak bisa marah&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Aku&#8230; Tidak mau dibenci.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Aku tidak mengerti.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Angel sadar? Kalau aku marah, mereka tidak peduli.&#8221;<br />
&#8220;Mereka menganggap aku tidak ada, mereka tidak peduli.&#8221;<br />
&#8220;Yang ada, aku hanya dijauhi mereka.&#8221;<br />
&#8220;Aku sadar&#8230; Tidak ada orang yang mau menyadari keberadaanku.&#8221;<br />
&#8220;APA AKU SALAH!? SALAH MENJADI ORANG TAK BERKEMAMPUAN?!&#8221;</em></p>
<p><em>PLAK!</em></p>
<p><em>&#8220;Kau harusnya sadar! Percuma saja kalau kau marah-marah! Kalau kau menganggap dirimu tidak berkemampuan&#8230;&#8221;<br />
&#8220;SELAMANYA KAU TIDAK ADA PUNYA KEMAMPUAN!!&#8221;</em></p>
<p><em>&#8212;&#8212;&#8212;-</em></p>
<p><em>&#8220;Angel&#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Aku tidak bisa percaya, kalau dia akan jadi seperti ini&#8230; Kalau aku tahu bakalan begini, lebih baik kemarin aku tidak berkata seperti itu.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Sudahlah&#8230; Tapi dia bilang, dia senang mempunyai teman sepertimu, Angel&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Angel tiba-tiba terbangun. Mengingat masa lalunya, dimana ia mengeluarkan air matanya untuk pertama kali.</p>
<p>Dimana ia &#8216;membunuh&#8217; seseorang.</p>
<p>Terdengar ketukan dari luar, Angel berjalan menuju arah pintu, hendak membukanya.</p>
<p>&#8220;Permisi&#8230; No-nona Angel, bajunya sudah selesai dicuci -dan dikeringkan, tentunya-.&#8221; Rupanya <em>bellboy</em> yang malang itu datang lagi, untuk mengantarkan baju seragam High Priestess Angel yang tadinya penuh darah.</p>
<p>Angel langsung membuka pintu sedikit, memberikan celah untuk tangannya mengambil baju tersebut, lalu mengambil baju seragam High Priestessnya.</p>
<p>Angel mengenakan seragamnya yang <em>ribet</em> itu sambil kembali memikirkan soal &#8216;pembunuhan&#8217; itu.</p>
<p>Angel berusaha tidak peduli, ia membuka pintu itu, membuat sang <em>bellboy</em> berambut hijau itu terkejut, lalu memberikan uang 1.500 zenny.</p>
<p>&#8220;Aku mengotori sprei-nya, ini uangnya,&#8221; ujar Angel ke sang <em>bellboy</em>, yang hanya menerima uang itu lalu mengangguk, lalu kabur ke lantai bawah.</p>
<p>&#8220;Tsk&#8230; Hidupku ini penuh dengan darah, bukankah begitu?&#8221; Angel bergumam, namun cukup keras untuk bisa didengar oleh orang yang berada di kamar yang sama dengannya.</p>
<p>&#8220;Apa kau sendiri baru menyadarinya, wahai sang pembunuh?&#8221;</p>
<p>Sepertinya Angel tidak terkejut mendapatkan jawaban itu, Angel hanya menghela nafasnya.</p>
<p>&#8220;Tidak ada waktu untuk <em>curhat</em>, aku harus segera pergi,&#8221; jawab Angel sambil menengok ke arah tempat kosong.</p>
<p>&#8220;Hehehe, kuharap kita bisa bertemu lagi di lain waktu, untuk mendengarkan ceritamu.&#8221;</p>
<p>Angel langsung keluar dari kamar itu, berjalan menuju lantai satu, dan keluar dari penginapan itu.</p>
<p><em>&#8220;Pembunuh&#8230; Benar-benar panggilan yang cocok untukku, eh?&#8221;</em></p>
<p>Angel membatin sambil melihat-lihat kota Prontera yang ramai, tapi ada yang ganjil.</p>
<p>Di tengah kota Prontera, ada sesuatu yang menarik perhatian para penduduk, mereka berkumpul di sana. Angel  yang penasaran berusaha melihat apa yang dilihat penduduk, yang membuat mata Angel terbelalak ketika melihatnya.</p>
<p>&#8220;&#8230; A-&#8230; Apa&#8230;?&#8221;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dreamcreator.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dreamcreator.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dreamcreator.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dreamcreator.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dreamcreator.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dreamcreator.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dreamcreator.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dreamcreator.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dreamcreator.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dreamcreator.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dreamcreator.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dreamcreator.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=6&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/11/07/a-life-that-full-of-blood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730231b7be3210a49f5d523d7dacad09?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dreamcreator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Should I&#8230;?</title>
		<link>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/08/should-i/</link>
		<comments>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/08/should-i/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 13:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dreamcreator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chronology of an 'Angel']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/08/should-i/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Priestess berumur kurang lebih 20 tahun dengan rambut kuning pucat dan mata merah, serta ekspresi cuek yang menghiasi tampangnya sedang bersender di pilar di sekitar kolam Morroc.
Tempat yang cukup ramai oleh anak-anak karena di sana ada seorang penjual es krim, yang menjawab semua keinginan anak-anak di Morroc yang panas.

Lain dengan Angel&#8230; Yang lebih mengingingkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=5&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang Priestess berumur kurang lebih 20 tahun dengan rambut kuning pucat dan mata merah, serta ekspresi cuek yang menghiasi tampangnya sedang bersender di pilar di sekitar kolam Morroc.</p>
<p>Tempat yang cukup ramai oleh anak-anak karena di sana ada seorang penjual es krim, yang menjawab semua keinginan anak-anak di Morroc yang panas.</p>
<p><span id="more-5"></span></p>
<p>Lain dengan Angel&#8230; Yang lebih mengingingkan masuk ke dalam kulkas atau pindah ke Lutie sekarang juga, siang hari di Morroc memang benar-benar menyiksa, apalagi kalau diberi tugas untuk mengeliminasi seseorang, sengsaranya jadi dua kali lipat.</p>
<p>&#8220;<em>Gilaa</em>&#8230; Apa tidak ada kerjaan lain yang diberikan Asosiasi Assassin di Morroc selain memata-matai dan membunuh?&#8221; Keluh Angel sambil mengingat-ingat tugas yang dari dulu diberikan Asosiasi Morroc kepadanya, &#8220;&#8230; Tapi aku masih beruntung, daripada diutus ke Umbala untuk menyebarkan ajaran Odin&#8221;.</p>
<p>&#8220;Kalau boleh, aku mau tidur di hotel Morroc saja sekarang&#8221;, gumamnya ke dirinya sendiri, lalu seketika itu juga, ada tangan yang menepuk bahu Angel.</p>
<p>&#8220;Angeel&#8230; Jangan kabur kauuu&#8230;&#8221; Ujar seseorang yang menepuk bahu Angel, sepertinya seorang wanita berumur 17 tahun.</p>
<p>Angel menengok ke arah orang yang menepuk bahunya, ia mengenali sosok gadis berambut panjang dan coklat itu.</p>
<p>&#8220;Riff? Kau yang jadi partner-ku kali ini rupanya&#8221;, respon Angel pendek.</p>
<p>&#8220;A-apa-apaan sih?! Aku tahu aku ini baru saja lulus jadi Assassin kemarin!! [Angel : "Iya, dengan nilai <em>super</em> pas-pasan"] Lagipula aku ini masih muda, masih banyak waktu untuk menjadi seorang Assassin Cross legendaris!!&#8221; Riff berseru dengan semangat membara, membuat Angel melihatnya dengan tampang heran.</p>
<p>&#8220;Kalau kau ada waktu untuk bermain-main, kenapa tidak kau selidiki lokasi target kita kali ini? Kurasa itu bisa membantuku untuk mengeliminasi-nya dengan cepat&#8221;, ujar Angel dengan tampang dinginnya, yang membuat Riff makin kesal.</p>
<p>&#8220;Aku sudah berkali-kali mencari informasi!! Sekali-sekali aku mau mengeliminasiii!!!&#8221; Riff kembali berteriak, membuat anak-anak kecil yang mengantri untuk membeli es krim memperhatikan Riff, Angel menghela nafasnya.</p>
<p>&#8220;Jangan pernah meremehkan yang namanya mengeliminasi, baru bisa menggunakan Katar saja sudah sombong, lebih baik kau asah akurasi-mu yang buruk itu, minimal kau bisa menyentuhku, baru boleh mengeliminasi&#8221;, jelas Angel ke Riff yang sekarang menggembungkan kedua pipinya, tanda kalau dia sedang ngambek.</p>
<p>&#8220;Angel licik&#8230; Aku tahu kalau kau ini merupakan satu-satunya anggota di luar Asosiasi Assassin yang merupakan favorit ketua, siapa yang bisa menyangka, seorang Priestess bisa dijadikan <em>eraser</em> sekaligus mata-mata.&#8221; Sifat jeleknya Riff kembali lagi, menyindir Angel dengan tatapan &#8216;dasar-Priestess-sesat&#8217;.</p>
<p>&#8220;Aaah&#8230; Sekali lagi kau berkata seperti itu, mungkin kau bisa mencicipi hantaman Mjollnir&#8221;, balas Angel terhadap tatapan menyindir Riff, yang dilanjutkan dengan ekspresi kaget yang diterimanya dari wajah Riff.</p>
<p>&#8220;Angel kok gak bisa diajak bercanda sih, Riff kan cuma bercanda&#8230;~&#8221; Riff menatap Angel dengan <em>&#8216;puppy-eyes&#8217;</em> mautnya, yang sebenarnya tidak ampuh sama sekali untuk Angel yang kebetulan tidak punya hati [*pengarang diinjek oleh Angel*]</p>
<p>&#8220;Sudahlah, aku mau lihat seperti apa sih target kali ini&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh iya, Riff, kali ini tugas kita bukan pengeliminasian, hanya sekedar memata-matai&#8221;, peringat Angel sebelum Riff melakukan hal yang &#8216;aneh-aneh&#8217;</p>
<p>&#8220;Iya-iya, Kaizerz of The Moon kan??&#8221; Konfirmasi Riff. &#8220;Akan kuselidiki secepatnya!&#8221;</p>
<p>Riff langsung menghilang, sepertinya ia sudah melompat-lompat di atas atap perumahan yang penduduknya sudah terbiasa dengan suara langkah kaki di atas rumah mereka. Selain Riff, masih banyak Thief dan Assassin yang melakukan hal yang sama juga. Walaupun suara langkah Assassin nyaris tidak terasa, tapi lain untuk seorang Riff.</p>
<p><em>&#8220;&#8230; Kaizerz of The Moon&#8230; Monk ahli combo dengan kecepatan yang cukup menakjubkan, bahkan ketua juga cukup berhati-hati dengan Monk ini, lebih baik tidak cari masalah dengan gadis ini&#8221;</em>, batin Angel sambil melihat catatan yang diberikan oleh orang yang sama dengan yang Riff sebut &#8216;ketua&#8217; sebelumnya.</p>
<p>Angel lalu keluar menuju padang pasir Sograt, tepat di luar kawasan kota Morroc.</p>
<p>&#8211; Padang Pasir Sograt &#8212;</p>
<p>Tidak ada yang bisa dideskripsikan selain hamparan pasir yang luas, dengan kaktus-kaktus berwarna hijau yang menghiasi padang pasir itu. Beberapa Jelly berwarna kuning-oranye yang berlompatan kesana-kemari, anak ayam kecil yang berlarian, dan burung pemakan bangkai yang bertengger di atas kaktus.</p>
<p>&#8220;Angel, Priestess misterius dengan kekuatan, kecepatan, akurasi, daya tahan melebihi manusia.&#8221;</p>
<p>Angel langsung menengok kebelakang, tidak ada siapa-siapa.</p>
<p>&#8220;Hei, di semua pertarungan, perhatikan punggungmu.&#8221;</p>
<p>Angel berbalik lagi, mengangkat Mjollnirnya dan menjadikannya perisai untuk melindunginya dari serangan jarak dekat dan menimbulkan percikan listrik. [Note. Mjollnir itu pada dasarnya berelemen listrik/wind ^^]</p>
<p>&#8220;Kaizerz of The Moon! Moonfist! Angel, aku menantangmu!&#8221; Sang penyerang itu berseru sambil menunjuk Angel, tidak disangka-sangka, target mereka kali ini malah menampakkan dirinya. Monk dengan rambut keemasan pendek dan bermata coklat serta Monk Hat yang dipakai di kepalanya.</p>
<p>Hening sesaat.</p>
<p>&#8220;Teleport!!&#8221;</p>
<p>Angel merapalkan mantra perpindahan lokasi dengan cepat, meninggalkan Monk yang mengaku bernama &#8216;Moonfist&#8217; sendirian. Angel terlalu malas untuk merepotkan diri dengan bertarung satu-lawan-satu dengan seseorang, apalagi dengan seseorang yang tidak diragukan lagi kekuatannya.</p>
<p>&#8220;&#8230; Kemana dia?&#8221; Sang Monk kebingungan, ia melihat ke sekitar, dan menemukan bayangan yang sedang berlari, tidak lain adalah Angel.</p>
<p>&#8220;BODY RELOCATION!!&#8221; Moonfist langsung bergerak dengan cepat menuju bayangan yang sedang berlari itu.</p>
<p>&#8220;Increase Agi&#8230;&#8221; Samar-samar Moonfist bisa mendegar rapalan mantra itu ke dirinya, sebagai seorang manusia biasa, tentu ia akan bingung.</p>
<p><em>&#8220;Eh?? Untuk apa dia merapalkan mantra ini&#8221;</em> Moonfist membatin, sebelum efek dari mantra itu bekerja.</p>
<p>BRUK!</p>
<p>Tiba-tiba Moonfist terjatuh dan tidak bisa bangun. Sebagai seseorang yang selalu mencari tahu tentang orang-orang yang terkuat, ia baru ingat satu hal penting yang ia kira bisa menjadi kunci kemenangan untuk pertarungan satu-lawan-satu dengan Angel.</p>
<p>["... Tidak bisa menggunakan mantra pendukung dengan benar, seringkali membawa bencana bagi para target..."]</p>
<p>&#8220;Siaaallll!!!!&#8221; Moonfist berteriak, menunggu kapan otot-ototnya cukup kuat untuk membuatnya bisa kembali berdiri.</p>
<p>&#8212; Perbatasan Morroc &#8211; Payon &#8212; Surga Poring &#8212;</p>
<p>&#8220;Sial&#8230; Tidak disangka-sangka, dia menampakkan dirinya&#8221;, gumam Angel sambil duduk di bawah pohon, bersantai dan menikmati angin semilir yang membuat rasa lelah akibat berlarian menghilang.</p>
<p>&#8220;Jadi ngantuk&#8230;&#8221;</p>
<p>Tanpa pertahanan apa-apa, Angel menyandarkan diri di pohon itu, dan beristirahat&#8230;</p>
<p>Tiba-tiba seorang pria berseragam Assassin muncul, lalu berjongkok di depan Angel yang tertidur.</p>
<p>Assassin itu terdiam, lalu mencolek pipi Angel.</p>
<p>BUAGH!</p>
<p>Tangan Angel langsung bergerak menyerang Assassin itu, saat itu juga, sang Assassin <em>mental</em> ke pohon terdekat, membuat buah yang mirip dengan kelapa itu jatuh menimpa kepala sang Assassin.</p>
<p>&#8220;Mau apa kau kemari? Ketua mau menyampaikan sesuatu?&#8221; Angel berdiri dan mengambil Mjollnirnya, membantu Assassin yang menjadi korban jatuhnya sesuatu yang mirip kelapa itu bangun.</p>
<p>&#8220;Dia tidak bersamamu?&#8221; tanya sang Assassin, mencari orang yang seharusnya bersama Angel.</p>
<p>&#8220;Tidak, kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Baguslah, sesuai dugaan ketua&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Hah? Memangnya kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ketua menyuruhku menyampaikan ini, Moonfist hanyalah target pemancing, sebenarnya target sebenarnya itu dia&#8221;</p>
<p>Angel menerima kertas berisikan data sang target.</p>
<p>&#8220;&#8230; Kau tidak bercanda kan?&#8221; Angel bertanya sambil melihat kembali kertas tersebut.</p>
<p>&#8220;Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?&#8221;</p>
<p>&#8220;BODOH!! Kali ini aku tidak akan menyelesaikan misi dari ketua, beritahukan itu pada ketua!&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau kau tidak menjalankannya, maka&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku yang akan jadi target?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukan, tapi orang ini&#8221;</p>
<p>Sang Assassin mengeluarkan foto seseorang yang sangat tidak asing bagi Angel, membuat Angel terkejut.</p>
<p>&#8220;Da-darimana&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Lakukan. Atau dia mati. Itu pesan ketua&#8221;</p>
<p>&#8220;Cih&#8230;&#8221;</p>
<p>Angel meremas kertas data sang target itu, membuangnya ke daratan dan menginjaknya.</p>
<p>&#8220;Kau mau dia yang dijadikan target?&#8221; Tanya sang Assassin.</p>
<p>&#8220;Aku akan melakukannya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Bawa dia ke hadapanku&#8221;</p>
<p><em>&#8220;Haruskah aku&#8230;?&#8221;</em></p>
<p>&#8212; Morroc &#8212;</p>
<p>&#8220;Dimana sih target itu!! Kucari daritadi tidak <em>ketemu</em> juga!!&#8221;</p>
<p>Riff, duduk di atas atap perumahan sambil berteriak tidak karuan, melepaskan segala kekesalan di pikirannya.</p>
<p>Semenjak ia &#8216;diusir&#8217; oleh Angel, ia tidak menemukan satupun petunjuk mengenai targetnya, tanpa mengetahui bahwa sang target sendiri sudah bertatap mata dengan Angel.</p>
<p>&#8220;Riff&#8230;&#8221;</p>
<p>Riff menengok ke sekitar, &#8220;Angel!!&#8221;</p>
<p>Riff langsung melompat ke bawah, dan bertanya, &#8220;Angel, bagaimana?&#8221;</p>
<p>Angel muncul, dengan ekspresi dingin, ia melakukan tanda isyarat dengan tangannya yang menyuruh Riff ikut.</p>
<p>Jelas itu membuat Riff kebingungan, namun tidak berani bertanya. Ia belum pernah melihat Angel seperti ini.</p>
<p>Angel tetap berjalan, keluar dari kawasan kota Morroc, lalu berjalan seperti tanpa arah.</p>
<p>&#8220;Angel, mau kembali ke Prontera?&#8221; tanya Riff.</p>
<p>Hening, tidak ada jawaban.</p>
<p>&#8220;Angel&#8230;?&#8221;</p>
<p>Tanpa suara, Angel memukul perut Riff dengan gagang Mjollnirnya, seketika itu juga Riff kehilangan kesadarannya.</p>
<p>&#8220;Kerja bagus&#8221;</p>
<p>Sang Assassin muncul dengan beberapa temannya, kurang lebih 15, ketika salah satu temannya hendak menyentuh tubuh Riff yang tidak berdaya itu, Angel langsung menghentikannya dengan lemparan Shuriken yang sering dibawa Riff.</p>
<p>&#8220;&#8230; Ada apa?&#8221; tanya sang Assassin.</p>
<p>&#8220;Huh, tugasku hanya membawa target ke kalian, berarti sekarang tugasku sudah selesai.&#8221; Angel mengangkat Mjollnir-nya.</p>
<p>&#8220;Ka-kau&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Nah&#8230; Sekarang waktuku mengeliminasi kalian&#8221;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dreamcreator.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dreamcreator.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dreamcreator.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dreamcreator.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dreamcreator.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dreamcreator.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dreamcreator.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dreamcreator.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dreamcreator.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dreamcreator.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dreamcreator.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dreamcreator.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=5&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/08/should-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730231b7be3210a49f5d523d7dacad09?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dreamcreator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Devil Angel</title>
		<link>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/07/the-devil-angel/</link>
		<comments>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/07/the-devil-angel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Oct 2007 13:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dreamcreator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chronology of an 'Angel']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/07/the-devil-angel/</guid>
		<description><![CDATA[Terdengar suara tangisan bayi di rumah sakit Prontera yang megah. Tepatnya, di depan rumah sakit itu.
Bayi mungil tak berdosa, sedang menangis di depan rumah sakit itu, menarik perhatian seorang perawat dan dokter yang kebetulan mendengarnya.
Ketika digendong oleh sang perawat, bayi itu tidak menangis lagi, melainkan tersenyum memamerkan gigi taringnya yang panjang. Dan membuka matanya.
Bola mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=4&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Terdengar suara tangisan bayi di rumah sakit Prontera yang megah. Tepatnya, di depan rumah sakit itu.</p>
<p>Bayi mungil tak berdosa, sedang menangis di depan rumah sakit itu, menarik perhatian seorang perawat dan dokter yang kebetulan mendengarnya.</p>
<p>Ketika digendong oleh sang perawat, bayi itu tidak menangis lagi, melainkan tersenyum memamerkan gigi taringnya yang panjang. Dan membuka matanya.</p>
<p>Bola mata yang berwarna merah darah menatap mereka dengan senang, sebagaimana tatapan polos seorang bayi terhadap sang orang tua.</p>
<p>Berambut kuning pucat, berkulit putih pucat, bermata merah, dengan taring yang menghiasi bibir mungilnya.</p>
<p>Perawat dan dokter itu saling bertatapan, kebingungan. Pertanyaan-pertanyaan bermunculan di kepala mereka</p>
<p><em>&#8220;Siapa anak ini?&#8221;<br />
&#8220;Siapa orang yang tega membuangnya?&#8221;<br />
&#8220;&#8230; Kenapa mata anak ini berwarna merah darah&#8230;?&#8221;</em></p>
<p>Dan yang lebih menarik perhatian mereka&#8230;</p>
<p>Palu dewa yang terbaring di sebelah bayi itu, yang hanya muncul di buku cerita.</p>
<p>Mjollnir.</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>&#8212; 10 tahun kemudian &#8212;-</p>
<p>&#8220;Heii!!! Jangan lari kau pengecut!!!&#8221; seru seorang anak perempuan yang kurang lebih masih dalam masa anak-anaknya, mungkin berumur 9-11 tahunan.</p>
<p>Sepertinya terdengar sedang bermain-main saja&#8230; Apabila kita mengenyampingkan suara-suara benturan antara senjata dan tanah&#8230;</p>
<p>&#8220;An-angel!! Aku bersumpah tidak akan mengacau gereja lagi!! Benar!! Percayalah padaku!!&#8221; seru seorang anak laki-laki berambut biru berseragam Novice, berlari, berusaha menghindari serangan dari sang anak perempuan yang dipanggilnya &#8216;Angel&#8217;</p>
<p>Angel- perempuan berpakaian kasual, sepertinya belum mendaftar menjadi Novice. Sedang mengejar anak laki-laki tersebut sambil mengayunkan palu besar, yang kurang sesuai untuk tubuhnya.</p>
<p>&#8220;ANGEL!! SUDAH AKU KATAKAN, JANGAN BERMAIN-MAIN DENGAN MJOLLNIR!!&#8221; seru seorang wanita berpakaian</p>
<p>Priestess. Rambutnya yang biru lurus dimainkan oleh angin Prontera yang sejuk. Ia mendatangi Angel yang juga sedang berlari sambil membawa palu raksasanya itu mendatangi sang Priestess.</p>
<p>&#8220;Kyle-senpai~&#8221; ujar Angel sambil memeluk Priestess itu, Mjollnir-nya ia letakkan di lantai kota prontera sehingga membuat sedikit lantai itu retak</p>
<p><em>&#8220;Hmm&#8230; Angel merusakkan lantai Prontera lagi&#8230; Kira-kira berapa biaya yang harus kukeluarkan lagi&#8230;&#8221;</em></p>
<p>&#8220;Kyle-senpai, kira-kira kapan aku bisa mendaftar jadi Novice?&#8221; tanya Angel antusias, sedangkan anak laki-laki yang barusan dikejarnya sudah kabur ketakutan.</p>
<p>&#8220;Masih 2 tahun lagi&#8230; Sabarlah sedikit Angel, memangnya kau mau belajar apa?&#8221; tanya Priestess yang dipanggil Kyle.</p>
<p>&#8220;Aku mau jadi Priestess seperti Kyle-senpai!! Dengan senjataku ini, aku akan meluruskan pikiran orang jahat!!&#8221; serunya bersemangat, sambil mengangkat Mjollnir-nya tinggi-tinggi, membuat orang yang lewat kebingungan.</p>
<p>&#8220;Angel, kau kemana-mana membawa palu itu&#8230; Apa tidak berat?&#8221; tanya Kyle ke Angel.</p>
<p>Angel menggeleng. &#8220;Tidak sama sekali, seperti membawa senjata biasa&#8221; jawabnya.</p>
<p><em>Angel memang agak aneh&#8230; Kekuatannya melebihi anak kecil seumurannya. Daya tahannya&#8230; Kecepatan&#8230; Kekuatan&#8230; Akurasi&#8230;&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Sayangnya&#8230; Dia tidak bisa satupun sihir penyembuhan, aku pernah menyuruhnya mencoba sihir healing, tapi yang ada malah membuat luka semakin parah&#8221; Kyle membatin.</em></p>
<p>&#8220;Angel, masuk dulu yuk, udaranya makin dingin&#8221; tawa Kyle sambil menggandeng Angel kecil masuk kembali ke dalam gereja.</p>
<p>&#8220;Baik, Kyle-senpai&#8221; jawab Angel dengan wajah berseri-seri, memamerkan gigi taringnya yang tajam.</p>
<p>Angel masuk ke gereja dengan tangan yang digandeng Kyle. Angel sangat menyayangi Kyle yang menerimanya untuk diasuh, terlebih lagi ialah yang mengenalkan Angel pada anak-anak lainnya yang mau berteman dengan Angel dengan tulus, tanpa mempersoalkan perbedaan. Angel bersumpah, ia akan melenyapkan orang-orang yang mengganggu kebahagian mereka.</p>
<p>Angel, Kyle,  teman-temannya.</p>
<p>Tidak diduga oleh Angel, rasa hangat yang dirasakannya dari tangan Kyle hari itu merupakan terakhir kalinya&#8230;</p>
<p>Sampai pada keesokan harinya&#8230;</p>
<p>&#8220;Huaaaah!!! Lelah main di luar. Kyle-senpai!! Minta minum dong!!&#8221; seru Angel sambil menenteng Mjollnir-nya masuk ke dalam gereja.</p>
<p>Tidak ada jawaban.</p>
<p>&#8220;Kyle-senpai&#8230;?&#8221; tanya Angel, ke siapapun. Angel merasakan firasat buruk, tangannya menggenggam gagang Mjollnir-nya dengan kuat, ia berjalan ke arah dimana Kyle sering berada.</p>
<p>Perpustakaan gereja.</p>
<p>&#8220;Kyle-senpai&#8230; Jangan sembunyi dong&#8221; ujarnya ketika masuk ke dalam perpustakaan, celingukan mencari adanya seseorang.</p>
<p><em>Coba aku ke kamarnya Kyle-senpai&#8230;&#8221;</em> batin Angel khawatir, ia berjalan ke arah kamar Kyle, tiba-tiba, tercium bau yang asing baginya.</p>
<p><em>&#8220;Bau apa ini&#8230;?&#8221;</em></p>
<p>&#8220;Kyle-senpai?&#8221; tanya Angel ketika ia membuka pintu kamar Kyle.</p>
<p>Pemandangan yang menyedihkan di ruangan itu, seorang pria mengenakan seragam Knight berdiri dengan pedang</p>
<p>penuh darah, dan ketika Angel melihat lagi, ia melihat tubuh orang yang sangat disayanginya sudah terkapar di lantai kamarnya&#8230;</p>
<p>&#8230; Dengan kepala terpisah dengan badannya, darah menggenang di sekitarnya, membuat Angel langsung masuk.</p>
<p>&#8220;KYLE-SENPAI!!!&#8221; teriaknya sambil berlari menuju jasad Kyle, merasakan firasat buruk, instingnya langsung membuatnya berguling ke samping, membuat tebasan sang Knight tidak mengenai satupun helai rambutnya.</p>
<p>&#8220;APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KYLE-SENPAI!!&#8221; teriak Angel penuh amarah, air matanya mengalir di pipinya.</p>
<p>&#8220;Cih, yang dimaksud &#8216;makhluk berbahaya&#8217; itu anak kecil ini?&#8221; tanya sang Knight dengan nada meremehkan, &#8220;Yang begini mah&#8230; Bisa kubunuh dalam satu tebasan, tadi dia hanya beruntung&#8221;</p>
<p>&#8220;AKU TIDAK TANYA ITU!! KENAPA KAU ADA DI SINI!?! APA TUJUANMU!!&#8221; tanya Angel, tanpa rasa takut sedikitpun terhadap sang Knight.</p>
<p>&#8220;ANAK KECIL BRENGSEK!! BIAR KUSOBEK MULUTMU YANG BAWEL ITU!!&#8221; balas Knight itu dengan kesal karena merasa diremehkan sambil menebaskan kembali pedangnya, lagi-lagi dihindari oleh Angel.</p>
<p>&#8220;&#8230; Kau&#8230;&#8221; geram Angel, ia mengambil Mjollnir miliknya.</p>
<p>&#8220;Huh? Bisa apa kau de-&#8221;</p>
<p>BUAGH!!</p>
<p>Belum sempat Knight itu menyelesaikan kalimatnya, bagai ditimpa dengan batu godam.</p>
<p>Mjollnir Angel menghantam tubuh Knight itu sampai terlempar menabrak dinding.</p>
<p>&#8220;A-akh&#8230;&#8221; erang sang Knight, ia baru saja mau bangun, tiba-tiba dia dihantam lagi dengan Mjollnir.</p>
<p>&#8220;AAAARGH!!!&#8221; erangnya kesakitan, sepertinya hantaman kedua Angel membuat beberapa tulangnya patah.</p>
<p>&#8220;Belum seberapa&#8230; Ini tidak sebanding dengan penderitaan Kyle-senpai&#8230;&#8221; gumam Angel, tersenyum sinis, taringnya benar-benar mencolok.</p>
<p>Angel menyerang Knight itu dengan membabi buta, tanpa memberi kesempatan pada sang Knight untuk membalas, cipratan darah menghiasi dinding ruangan tersebut yang putih.</p>
<p>Setengah jam kemudian, suara hantaman Angel menghilang. Yang menjadi korban amukan Angel sudah nyaris tidak berbentuk, tangan dan kakinya hancur karena hantaman Mjollnir.</p>
<p>&#8220;Yang terakhir&#8230;&#8221; gumam Angel sambil mengambil pedang Knight tersebut yang berat, namun bukan masalah untuknya.</p>
<p>Ia mengangkat pedang itu, lalu memotong leher tubuh Knight yang sudah tidak bernyawa lagi, membuat darah menggenang, membuat karpet yang semulanya berwarna biru-putih menjadi merah darah.</p>
<p>&#8220;Kyle-senpai&#8230; Aku anak baik kan? Aku sudah membalaskan dendam Kyle-senpai&#8230;&#8221; gumam Angel.</p>
<p>Ia tahu, ia sadar bahwa semuanya sudah tiada, sepertinya Knight tadi membunuh seluruh orang yang berada di Gereja saat itu, memang kebetulan tempat itu sedang sepi karena kebanyakan dari mereka diutus ke Umbala untuk memberitakan Injil ajaran FOdin.</p>
<p>&#8220;Aku sudah tidak pantas lagi di tempat ini&#8230;&#8221; gumam Angel, sambil meninggalkan gereja itu dengan pakaiannya yang dilumuri darah, dan Mjollnir-nya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dreamcreator.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dreamcreator.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dreamcreator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dreamcreator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dreamcreator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dreamcreator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dreamcreator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dreamcreator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dreamcreator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dreamcreator.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dreamcreator.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dreamcreator.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=4&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/07/the-devil-angel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730231b7be3210a49f5d523d7dacad09?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dreamcreator</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>An Ex-God, A Demi-God</title>
		<link>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/05/and-ex-god-a-demi-god/</link>
		<comments>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/05/and-ex-god-a-demi-god/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2007 14:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dreamcreator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Chronology of an 'Angel']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/05/and-ex-god-a-demi-god/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari yang tenang di suatu tempat jauh nun di sana… Hiduplah…
STOP!! INI BUKAN FAIRYTALES!!
Here we go&#8230;

Di suatu tempat yang jelas bukan di Bumi, terlihat Heimdall; sedang mencari Gjallarnya yang hilang. Karena bila Gjallar miliknya tidak ditemukan dan bahkan ‘disalahgunakan’; hukumannya pun kena dia juga.
“Gawat, ini pasti kerjaannya Loki sang penipu. Hari ini juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=3&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada suatu hari yang tenang di suatu tempat jauh nun di sana… Hiduplah…</p>
<p>STOP!! INI BUKAN FAIRYTALES!!</p>
<p>Here we go&#8230;</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p>Di suatu tempat yang jelas bukan di Bumi, terlihat Heimdall; sedang mencari Gjallarnya yang hilang. Karena bila Gjallar miliknya tidak ditemukan dan bahkan ‘disalahgunakan’; hukumannya pun kena dia juga.</p>
<p>“Gawat, ini pasti kerjaannya Loki sang penipu. Hari ini juga ulang tahun Odin kan?? Kan keberapa yah…? 2879 kali yah? Aduh, aku lupa&#8221;</p>
<p>&#8220;Sudahlah, yang penting ke Valhalla dulu, urusan Gjallar bisa nanti” ujarnya sambil pergi ke Valhalla untuk menghadiri apacara ulang tahunnya Odin.</p>
<p>Sementara Hallimdor…</p>
<p>“Xixixixi, Aku berhasil mendapatkan Gjallar ini, siapa suruh di tua itu malah tidur sementara Gjallarnya tidak dijaga” ujar Hallimdor kecil sambil menenteng Gjallar itu di pinggangnya dengan wajah usilnya yang khas.</p>
<p>“Coba-coba dikit aaah~” Hallimdor dengan polosnya meniup Gjallar itu sekuat tenaga, namun??</p>
<p>“BReEeEeEeEeEeETREeEeETT&#8230;breEeEeeett&#8230;preeeeet&#8230;.prieet&#8230;.priiiieeeettttttttt&#8230;”</p>
<p>Ternyata menghasilkan suara yang amat-sangat-aneh-nan-memalukan saudara-saudara!! Apalagi ini adalah Gjallar, pastinya… Terdengar kemana-mana… Berarti Seluruh Asgard juga mendengar.</p>
<p>[Asgard adalah dunia para dewa yang terbagi menjadi 12 bagian,Valhalla bagian Odin,Thrudheim bagian Thor, Breidablik milik Baldr, Niflheim,Alfheim,dll dsb soalnya banyak]</p>
<p>Dan untungnya ini Angel yang meniup, coba bayangkan Heimdall sendiri yang meniupnya, pasti sampai ke Bumi. Tapi sama saja, seluruh Asgard mendengar… Berarti Odin dan kawan-kawan juga!!!</p>
<p>Wajah Hallimdor memerah alhasil meniup dengan sekuat tenaga [tapi apa daya, kekuatannya tidak sebesar Heimdall]. “Su-susah&#8230; Tapi engga apa-apa juga sih, hehehehe… Suaranya lucu banget” ujar Hallimdor sambil ketawa ngakak sambil sesekali terbatuk karena telah menghasilkan suara yang ‘lucu’ itu.</p>
<p>Sementara di Valhalla… Acara ulang tahun Odin sedang diselenggarakan di sana. Semua dewa-dewi hadir; Hallimdor belum jadi Dewa sempurna, makanya tidak ikutan, lagipula masih kecil &lt;_&lt;; terkaget-kaget. Mulai dari Thor, Freya, Heimdall, Hel, Frigg, dan masih banyak lagi; tidak ketinggalan Loki yang sedang menyamar jadi… Entahlah, mungkin jadi cangkir? Ato piring?</p>
<p>Odin kebingungan, Valkyrie juga. Valkyrie mendekati tuannya, Odin- dan bertanya, “Apa yang barusan terjadi?”. Berbeda dengan yang lain. Yang lain malah mati-matian menahan tawa akibat perbuatan dewa cilik itu. Tapi mau apa dikata, mungkin memang suara yang dihasilkan amat-sangat-lucu. Kurang lebih 5 detik kemudian, semuanya tidak tahan.</p>
<p>“GYAHAHAHAHAHA!!!!”</p>
<p>“MWAHAHAHAHA!!!”</p>
<p>“WAKAKAKAKAKAK!!!”</p>
<p>“BWAHAHAHAHAHA!!!”</p>
<p>Semuanya tertawa. SEMUANYA. Membuat Odin malu. Seketika itu amarahnya memuncak.</p>
<p>“A-apa itu?! Siapa yang melakukan perbuatan memalukan ini!!” geram Odin sambil meraih Mjollnir milik Thor yang duduk tepat di sebelahnya, membuat Thor kaget melihat Mjollnirnya diambil dan…</p>
<p>Dilempar!</p>
<p>Mjollnir itu melesat dengan cepat, menghancurkan apa saja yang menghalanginya, tapi sepertinya belum cukup keras untuk…</p>
<p>Menyadarkan otak sang Hallimdor.</p>
<p>BLETAK!!!</p>
<p>Hallimdor rupanya menjadi sasaran Mjollnir yang sedang melesat itu, dahinya rupanya mempunyai tulisan ‘pukul aku’ yang hanya terlihat oleh Mjollnir.</p>
<p>Alhasil, Hallimdor langsung pingsan, dengan Gjallar yang masih dipegangnya…</p>
<p>Thor yang masih sayang dengan Mjollnir-nya langsung mengikuti arah terbangnya Mjollnir dengan mengendarai Sleipnir, dan akhirnya…</p>
<p>“Putri bungsu Hel kenapa ada di sini?? Mjollnir-ku juga, loh? Gjallar??” seru Thor yang melihat korban dan barang-barang di sekitarnya, memilih untuk membawa Hallimdor dan Gjallar kembali ke Valhalla tentunya, setelah menyarungkan Mjollnir-nya kembali.</p>
<p>Sesampainya di Valhalla…</p>
<p>Thor tiba di Valhalla, ia turun dari Sleipnir dan berjalan ke arah perkumpulan, tidak melupakan ‘barang bawaannya’.</p>
<p>Thor langsung melempar Hallimdor yang masih pingsan dan Gjallar-nya ke lantai, membuat Hallimdor terusik.</p>
<p>“Heimdall, ada penjelasan?” tanya Thor. Odin pun memandangi Heimdall. Heimdal yang panik dan ketakutan segera mencari alibi.</p>
<p>“Err… Be-begini… Sepertinya saya mabuk dan ketiduran, lalu… Mungkin saat itu dia mengambilnya… Eng…” jawab Heimdall gelagapan.</p>
<p>Namun Heimdall terselamatkan, saat Hallimdor terbangun.</p>
<p>“Hoaamh… Tadi suara Gjallar yang kutiup lucu deh~ Eh!! OH IYA!?! Tadi siapa yang nimpuk aku?? Sial, kena kepalaku, sakit banget!! Pasti yang nimpuk itu kayak *** &amp; *****. Ah, ini dimana yah…? Dan…!!!!” Hallimdor secara terang-terangan mengutarakan apa yang dipikirkan tanpa memperhatikan sekelilingnya, mengusap dahinya yang kena timpuk Mjollnir. Menghina sang dewa yang jelas-jelas berada di depannya.</p>
<p>“ANAK ******!!! AKU AKAN MENGHUKUMMU DENGAN MENGASINGKANMU KE BUMI SEBAGAI MANUSIA!! KAU AKAN BELAJAR DI BUMI NANTI!!” seru Odin geram, belum pernah dia dihina seperti ini.</p>
<p>“Tunggu dulu… Tapi selama 1000 tahun ini belum ada hiburan yang sangat baik, tanya saja ke yang lain, mereka pasti baru kali ini dihibur seperti ini, lagipula kerja selama 100 tahun tanpa hiburan seperti ini menyiksa” ujar Thor bijak.</p>
<p>“Sebaiknya, jadikan dia Demi-God[red. Setengah dewa], dengan begitu, kekuatannya tidak akan seperti yang sekarang, dan…”</p>
<p>“… Gunakan Mjollnir ini sebagai bekalmu di Bumi” ujar Thor sambil menyerahkan Mjollnirnya. Hallimdor kebingungan, tanpa sempat bertanya, cahaya putih sudah mengelilingi Hallimdor. Meninggalkan Gjallar di lantai batu Valhalla…</p>
<p>©Deathstroke for the story~</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dreamcreator.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dreamcreator.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dreamcreator.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dreamcreator.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dreamcreator.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dreamcreator.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dreamcreator.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dreamcreator.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dreamcreator.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dreamcreator.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dreamcreator.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dreamcreator.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dreamcreator.wordpress.com&blog=1851059&post=3&subd=dreamcreator&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dreamcreator.wordpress.com/2007/10/05/and-ex-god-a-demi-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/730231b7be3210a49f5d523d7dacad09?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dreamcreator</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>